Logo

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Berlangsung Dua Tahap

Reporter:,Editor:

Minggu, 22 March 2026 10:30 UTC

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Berlangsung Dua Tahap

Sejumlah kendaraan pribadi melintasi pintu keluar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin petang, Senin 3 Mei 2021. Foto : Ahmad Suudi

JATIMNET.COM, Jakarta – Puncak arus balik Lebaran diperkirakan berlangsung dua tahap. Pertama, pada 23-24  Maret 2026 seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama.

Kemudian, tahap kedua pada 28-29 Maret 2026 lantaran diterapkannya kebijakan Work From Anywhere (WFA). Dengan kebijakan tersebut, pemudik diharapkan melakukan perjalanan kembali pada tanggal 26 hingga 28 Maret 2026.

“Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan arus balik dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Setyonugroho, Minggu, 22 Maret 2026.

Selama arus mudik Lebaran yang telah berlalu, ia menyebut, perkembangan volume kendaraan cukup terkendali meski terjadi peningkatan pergerakan kendaraan di sejumlah wilayah.

“Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali,” kata Kakorlantas.

BACA: Pemprov Jatim Siapkan Mudik Gratis 9.320 Orang, Sediakan Bus, Kapal hingga Angkut Motor

Dari pemantauan berbasis teknologi yang dilakukan, ia melanjutkan, peningkatan mobilitas kendaraan bermotor terjadi di sejumlah wilayah.

Mulai dari Semarang Raya, Jabodetabek, kawasan wisaa di Bali, Malang Rya, Jakarta, dan Jawa Barat.

Untuk persiapan arus balik Lebaran, Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional yang direncanakan mulai  Selasa, 24 Maret 2026.

“Sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja,” sambungnya.

Melalui sinergi antara Polri dan seluruh stakeholder, diharapkan perjalanan masyarakat, baik saat arus mudik maupun arus balik, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan selamat.