Kamis, 19 March 2026 08:33 UTC

Sejumlah pemudik memadati Jalan Ahmad Yani Surabaya mudik gratis Pemprov Jatim, Kamis, 19 Maret 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan program mudik gratis bagi 9.320 pemudik pada Lebaran 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, layanan ini dirancang untuk membantu warga, khususnya yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju berbagai daerah di Jawa Timur.
"Jadi ini bagian dari layanan publik yang kita ingin maksimalkan untuk memberikan rasa aman, nyaman bagi warga Jawa Timur, baik yang dari Jakarta ke Jawa Timur," kata Khofifah saat pelepasan mudik gratis di Surabaya, Kamis, 19 Maret 2026.
BACA: Bayi Menangis Ditemukan Terbungkus Plastik di Pinggir Jalur Bromo Probolinggo, Diduga Dibuang
Pemprov Jatim mengerahkan 100 unit bus untuk mengangkut sekitar 4.000 pemudik ke 20 kota tujuan. Selain itu, tersedia pula armada kapal laut yang melayani sekitar 3.000 penumpang dengan rute Jangkar menuju Raas dan Sepudi.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas pengangkutan sepeda motor sebanyak 200 unit. Layanan ini diberikan agar pemudik tidak perlu membawa kendaraan pribadi saat perjalanan jauh.
"Harapan kita bahwa layanan publik ini bisa memudahkan silahturahmi bagi yang akan melaksanakan mudik dan untuk Raas dan Sepudi juga pada saat mereka balik," ujarnya.
BACA: Kebakaran Dapur di Tegal Gede Jember, Damkar Padamkan Api dalam 1,5 Jam
Khofifah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program mudik gratis ini. Ia juga mengingatkan agar pemudik tidak menggunakan sepeda motor demi mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
"Jadi pemudik ini sebetulnya kita memfasilitasi motor. Kalau mereka membawa motor, mungkin resiko di jalan bisa lebih tinggi," katanya.
Melalui program ini, Pemprov Jawa Timur berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan selamat hingga sampai di kampung halaman.
