Minggu, 03 May 2026 04:31 UTC

Ilustrasi: Lereng Argopuro yang berada di perbatasan Jember-Probolinggo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan.
“BPBD Jember sudah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dalam musim kemarau mendatang. Langkah ini penting sebagai bagian dari mitigasi dan kesiapsiagaan daerah,” ujar Edy, saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Mei 2026.
BACA: Khofifah Ajak Kepala Daerah Aktif Mitigasi Bencana Musim Kemarau
Enam wilayah tersebut adalah wilayah di Kecamatan Tempurejo, Kalisat, Sumbersari, Patrang, Wuluhan dan Rambipuji.
Dari hasil pemetaan tersebut, terdapat enam wilayah di Jember yang masuk kategori rawan kekeringan. Selain itu, BPBD juga mengidentifikasi dua wilayah dengan potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang relatif tinggi.
Menurut Edy, kondisi ini menuntut peningkatan koordinasi lintas sektor agar dampak bencana dapat diminimalkan sejak dini.
“Selain fokus pada kekeringan, kami juga mewaspadai potensi karhutla di beberapa kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi,” katanya.
BACA: Musim Kemarau, Wilayah Empat Kecamatan di Madiun Rawan Kekeringan
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Jember terus berkolaborasi dengan dinas terkait, Perhutani, serta BKSDA untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan maupun lahan.
Upaya tersebut meliputi edukasi masyarakat, pengawasan kawasan rawan, hingga peningkatan kesiapan sumber daya dalam menghadapi musim kemarau.
BPBD berharap langkah preventif yang dilakukan sejak awal dapat menekan risiko kekeringan serta mencegah meluasnya bencana karhutla di wilayah Jember.
