Tiga penyakit yang mendominasi seperti, diabetes, stroke, dan jantung.

Angka Penyakit Tidak Menular Jatim Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Jumat, 12 April 2019 - 16:16

JATIMNET.COM, Surabaya - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut, angka penyakit tidak menular di Jawa Timur terus meningkat.

Kasusnya mencapai 44,74 persen dari total keluhan gangguan kesehatan di tahun 1990, melonjak menjadi 75,1 persen, pada 2017. 

"Lebih tinggi dari nasional yang hanya 69,91 persen," ujar Menteri Kesehatan Nila Moelok saat menghadiri Rapat Kordinasi Program Prioritas Provinsi Jawa Timur di Hotel Bhumi Surabaya, Jumat 12 April 2019. 

Tingginya angka penderita penyakit tidak menular ini, didominasi tiga jenis penyakit, yakni stroke, jantung, dan diabetes. Ketiga penyakit itu, terus meningkat dalam 27 tahun terakhir. 

BACA JUGA: Pemda Diminta Lengkapi Fasilitas untuk Tekan Kelainan Jantung Bayi

Berdasarkan data Kemenkes, penyakit diabetes meningkat sebanyak 157,1 persen, dari tahun 1990 hingga 2017. Sedangkan stroke 93,4 persen, dan jantung 113,9 persen di periode yang sama.

"Diabetes memang naik ya, Angka nasional (jumlah penderita) naik dari 6 persen menjadi 8 persen," ungkapnya. 

Nila Moelok menyampaikan, faktor meningkatnya berbagai jenis penyakit itu disebabkan gaya hidup tidak sehat.

Di Jawa Timur, gaya hidup sehat hanya diterapkan kurang dari 20 persen total penduduknya.  

BACA JUGA: Orang dengan Gangguan Jiwa Berhak Memilih dalam Pemilu 2019

Padahal semestinya, 80 persen penduduk sudah menerapkan gaya hidup sehat. 

"Saya tidak nyalahin semua kita berubah gaya hidupnya. Kulinernya bagaimana. Cara makannya seperti apa. Makanya kita ubah, yuk gizi seimbang," tuturnya. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, masalah penyakit tidak menular sudah saatnya harus ditekan.

Tidak sekadar cukup dari kesadaran diri saja, tetapi harus kolektif dilakukan bersama-sama, dalam mengubah ke arah gaya hidup sehat. 

BACA JUGA: Khofifah Sebut Pasca Sertifikasi, Guru Banyak Bercerai

Ia pun menekankan, gaya hidup sehat tidak hanya dimulai ketika masuk masa lansia. Namun sejak remaja.

Olahraga teratur dan makan makanan sehat mulai diatur sejak muda. 

"Yang harus kita lakukan, harus kita seriusi adalah kenaikan penderita diabetes. Karena ini sangat mungkin bisa berdampak ke kesehatan jantung, dan ginjal," kata Khofifah.

Baca Juga

loading...