JATIMNET.COM, Surabaya - Hasil studi Global Burden of Disease menyebutkan kasus kejadian bunuh diri secara global turun 30 persen dibandingkan tahun 1990.

Studi tersebut menemukan tingkat bunuh diri dengan mempertimbangkan ukuran populasi dan disesuaikan dengan usia yakni 16,6 menjadi 11,2 kematian per 100.000 orang atau sekitar 32,7 persen.

"Bunuh diri dianggap sebagai penyebab kematian yang dapat dicegah dan studi ini menunjukkan bahwa kita harus melanjutkan upaya pencegahan bunuh diri," kata Heather Orpana, ilmuwan riset dari Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dan kolaborator dalam penelitian yang dikutip www.afp.com, Kamis 7 Februari 2019.

BACA JUGA: Tak Dibelikan Gawai Buat Main Game, Remaja Gantung Diri

Tapi bila dipukul rata, studi tersebut memperkirakan di tahun 2016 ada 817.000 orang bunuh diri atau meningkat 6,7 persen sejak tahun 1990.

Studi ini juga menemukan peluang laki-laki lebih besar melakukan bunuh diri daripada perempuan di semua wilayah dan kelompok umur dari 15-19 tahun.

Secara global, dari 100 ribu kematian, 15,6 pria mati karena bunuh diri dibandingkan dengan kasus bunuh diri perempuan sebanyak 7 kasus. Sayangnya, analisis itu tidak bisa berspekulasi mengapa lelaki lebih banyak bunuh diri ketimbang perempuan.

BACA JUGA: Foto Bocah Tertidur Saat Donald Trump Berpidato Menjadi Viral

"Angka kematian umumnya lebih tinggi untuk pria tetapi ada variabilitas yang cukup besar antara pria dan wanita tergantung pada usia, dan bahkan negara," kata Orpana.

Ia mengatakan fakta bahwa kematian karena bunuh diri dan kematian secara keseluruhan turun dalam jarak dekat menunjukkan bahwa bunuh diri mungkin lebih baik ditangani jika diperlakukan sebagai penyakit pada umumnya.

Meski secara angka turun, para peneliti memperingatkan bahwa kejadian bunuh diri bisa saja bertambah lagi. Kasus bunuh diri di masing-masing negara memang berbeda-beda tergantung wilayah, negara, jenis kelamin atau usia.

BACA JUGA: 2018 Panas Di Bumi Melebihi Rata-Rata Suhu Abad 20

Di Cina, rata-rata kematian akibat bunuh diri turun 64,1 persen sejak 1990. Tapi di Zimbabwe, justru angka bunuh diri naik hampir dua kali lipat dalam rentang waktu yang sama.

"Dengan upaya lebih lanjut kita bisa melakukan pengurangan lebih lanjut dalam kematian akibat bunuh diri," pintanya.

Adapun Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) memperkirakan 800 ribu orang bunuh diri tiap tahun. Organisasi ini memasukan kasus bunuh diri sebagai masalah kesehatan yang kritis dan menargetkan penurunan 10 persen dalam tingkat bunuh diri global pada tahun 2020.