Kamis, 11 June 2026 07:48 UTC

Anggota DPRD Jatim, Hadi Setiawan saat diwawancarai, Kamis, 11 Juni 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Hadi Setiawan, mengajak petani di Jawa Timur mulai mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan beralih menggunakan pupuk organik. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem pertanian dalam jangka panjang.
Menurut Hadi, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat memengaruhi kualitas lahan pertanian. Ia menilai salah satu persoalan yang saat ini dihadapi sektor pertanian adalah menurunnya kondisi tanah akibat masuknya berbagai bahan kimia selama bertahun-tahun.
“Lahan pertanian itu setiap tahun mengalami penyusutan kualitas. Salah satu penyebabnya adalah rusaknya ekosistem tanah akibat bahan-bahan kimia yang masuk ke dalam tanah,” kata Hadi Setiawan di Surabaya, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menilai musim tanam dan panen yang sedang berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Timur menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan memperluas penggunaan pupuk organik di kalangan petani.
“Dengan penggunaan pupuk organik membuat kondisi tanah akan semakin baik,” tuturnya.
Hadi menjelaskan, penggunaan pupuk organik tidak selalu identik dengan hasil panen yang lebih lambat atau produktivitas yang menurun. Berdasarkan pengalaman sejumlah petani yang telah menerapkan sistem pertanian organik, hasil produksi tetap mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan.
BACA: DPD Partai Golkar Jatim Gelar Rakornis Mantapkan Struktur Organisasi
Ia mengaku telah beberapa kali berdialog dengan petani yang menggunakan pupuk organik. Dari berbagai diskusi tersebut, para petani mengaku tetap memperoleh hasil panen yang memuaskan.
“Kami beberapa kali berdiskusi dengan petani yang memakai pupuk organik, hasilnya juga sangat luar biasa,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri itu menilai sebagian besar petani masih memilih pupuk kimia karena dianggap lebih praktis, mudah diperoleh, dan memberikan efek yang cepat terhadap pertumbuhan tanaman. Namun, menurutnya, pertimbangan jangka panjang terkait kesehatan tanah tidak boleh diabaikan.
"Dengan keberlanjutan lingkungan dan kesuburan tanah jangka panjang perlu menjadi perhatian bersama," tuturnya.
Hadi menegaskan bahwa lahan pertanian merupakan aset penting yang harus dijaga keberlangsungannya. Kondisi tanah yang sehat, kata dia, menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.
BACA: Perkuat Basis Organisasi, Golkar Jatim Fokus Tuntaskan Musda
Selain mengajak petani beralih ke pupuk organik, Hadi juga meminta pemerintah daerah melalui dinas pertanian untuk lebih aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat. Ia mendorong adanya pelatihan pembuatan maupun pemanfaatan pupuk organik yang dapat diterapkan langsung oleh kelompok tani.
Menurutnya, program pelatihan semacam itu pernah dilakukan di sejumlah daerah dan terbukti mampu meningkatkan pemahaman petani mengenai alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah program pembuatan pupuk organik yang pernah digagas Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji.
“Seharusnya pemerintah daerah mulai berpikir dan mendorong penggunaan bahan-bahan alami dalam pertanian,” katanya.
Lebih lanjut, Hadi juga menyoroti potensi dampak penggunaan bahan kimia terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Meski demikian, ia menilai diperlukan penelitian dan kajian ilmiah yang lebih mendalam untuk mengetahui sejauh mana dampak tersebut terhadap sektor pertanian maupun kesehatan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan kimia terus meningkat. Menurutnya, penggunaan bahan-bahan alami dalam pertanian dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian Jawa Timur di masa mendatang.
