Sabtu, 07 March 2026 14:00 UTC

DPD Partai Golkar Jatim gelar pembubaran panitia Rakerda dan pelantikan, Sabtu, 7 Maret 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Jawa Timur (DPD Golkar Jatim) Ali Mufthi menegaskan bahwa seluruh struktur partai di daerah bergerak memperkuat organisasi dan basis elektoral menjelang agenda politik mendatang.
Salah satu fokus utamanya adalah menuntaskan pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) di seluruh kabupaten/kota. Dari seluruh DPD Golkar se-Jatim, tinggal Sumenep yang hingga kini masih menunggu jadwal pelaksanaannya.
Ali Mufthi mengatakan Musda Sumenep bakal segera digelar dalam waktu dekat. Adapun pelaksanaannya direncanakan setelah dirinya melakukan kunjungan langsung untuk memetakan kondisi internal partai di daerah tersebut.
“(Musda) kemarin, tinggal Sumenep yang belum. Sumenep akan saya segerakan, setelah saya berkunjung ke sana,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar Jatim, Sabtu, 7 Maret 2026.
BACA: Pemilu 2029, Partai Golkar Targetkan Penambahan Kursi di DPR RI dan DPRD
Terkait dengan jadwal pasti pelaksanaannya, Ali Mufthi belum bisa memastikan. Yang jelas, akan digelar dalam waktu dekat. "Entah nanti setelah puasa atau bagaimana? Yang jelas, kami akan melakukan komunikasi dan melihat langsung kondisi geografis serta dinamika yang ada di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya pendekatan bakal dilakukan itu memiliki arti penting sehingga nantinya keputusan terkait kepengurusan dapat diterima seluruh kader dan masyarakat di wilayah tersebut.
Selain menuntaskan Musda, Golkar Jatim juga tengah menjalankan hasil rapat kerja daerah (Rakerda) yang menetapkan dua agenda utama penguatan partai.
BACA: Bahlil Goda Emil Dardak Gabung Partai Golkar
Pertama, seluruh DPD kabupaten/kota diminta segera melaksanakan konsolidasi organisasi mulai dari musyawarah kecamatan (Muscam), musyawarah desa (Musdes) hingga musyawarah kelurahan (Muslur). “Itu harus dilaksanakan oleh daerah sampai bulan Juli,” ucapnya.
Agenda kedua adalah memperkuat kekuatan partai di masing-masing kabupaten/kota agar secara elektoral semakin diterima masyarakat.
“Yang kedua memperkuat kekuatan partai di masing-masing kabupaten sehingga secara elektoral partai ini bisa diterima oleh masyarakat,” katanya.
