Rabu, 27 May 2026 04:00 UTC

Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Blegur Prijanggono (tengah) melihat langsung proses penyembelihan di Kantor DPD Partai Golkar Jatim, Rabu, 27 Mei 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimaknai sebagai momentum memperkuat kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.
Pada momen tersebut, DPD Partai Golkar Jawa Timur menyembelih ratusan hewan kurban yang didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim).
Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Blegur Prijanggono mengatakan bahwa sapi yang disembelih berjumlah sekitar 323 ekor. Ratusan hewan ternak itu disembelih secara serentak oleh pengurus DPD Partai Golkar di tingkat kabupaten/kota.
“Setiap DPD melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Minimal rata-rata di setiap DPD itu sekitar enam sampai tujuh ekor sapi. Ada juga yang lebih sampai 10 ekor,” katanya saat ditemui di sela penyembelihan hewan kurban, Rabu, 27 Mei 2026.
Jika dirata-rata dari jumlah tersebut, lanjutnya, sekitar 323 ekor sapi yang disembelih oleh 38 DPD Partai Golkar se-Jatim.
Jumlah tersebut belum termasuk bantuan dari para pengurus partai, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, hingga para donatur.
“Golkar Jatim mendapatkan dari donatur-donatur, baik dari pengurusan Golkar Jatim maupun anggota DPR RI dan DPRD Provinsi sejumlah 19 ekor sapi dan empat ekor kambing,” ujarnya.
Ratusan hewan kurban tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat, pondok pesantren, dan yayasan sosial yang telah mengajukan permohonan sebelumnya.
Menurut Blegur, pola distribusi dilakukan melalui lembaga sosial agar pembagian daging kurban lebih merata dan tepat sasaran.
“Seperti tahun-tahun lalu, nantinya dibagikan kepada yayasan-yayasan yang memang membutuhkan. Yayasan tersebut sudah mendaftar sejak lima hari sebelumnya. Hari ini kita sembelih, kita kemas, kemudian siang nanti didistribusikan kepada 75 lembaga yayasan,” tuturnya.
Ia menambahkan, momentum Iduladha menjadi sarana untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Makna kurban ini bagaimana kita mengikuti apa yang dilakukan Nabi Ibrahim, yakni berkurban untuk kepentingan yang lebih besar dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
