Sabtu, 25 July 2026 09:30 UTC

Kepulan asap pekat terlihat di Blok Gunung Ringgit, Sukapura, Kabupaten, Probolinggo, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kondisi medan yang curam menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Ringgit, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Hingga Sabtu, 25 Juli 2026, petugas belum dapat melakukan pemadaman secara langsung karena titik api berada di kawasan tebing yang sulit dijangkau.
Perhutani untuk sementara hanya melakukan pemantauan dari lokasi yang aman sambil mengawasi perkembangan kobaran api.
"Untuk penanganan, ini hanya bisa memantau karena lokasi sangat tebing dan terjal sekali. Sehingga kita hanya bisa memantau, tidak bisa melakukan penanganan langsung di lokasi," kata Amir Mahmud, KRPH Kedasi yang mewakili KRPH Sukapura.
Di tengah keterbatasan tersebut, Perhutani berharap kobaran api tidak terus meluas. Harapan itu muncul karena di bagian bawah lokasi kebakaran terdapat sekat alam yang berbatasan dengan lahan milik warga dan memiliki vegetasi yang tidak sekering kawasan hutan.
BACA: Kebakaran Hutan Kembali Melanda Gunung Ringgit Probolinggo, Api Masih Berkobar hingga Siang
"Di bawah lokasi kebakaran berdampingan dengan tanah hak milik. Di situ sudah tidak ada media yang kering, sehingga kami berharap api bisa padam saat mencapai titik sekat alam tersebut," jelas Amir.
Perhutani akan terus memantau perkembangan situasi hingga kondisi memungkinkan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kebakaran hutan ini sendiri mulai terdeteksi sekitar pukul 02.00 WIB di kawasan Blok Gunung Ringgit, RPH Sukapura, Desa Sapikerep. Hingga Sabtu siang, api masih membakar vegetasi di lereng gunung, sementara penyebab kebakaran maupun luas area yang terdampak masih belum dapat dipastikan.
