Amerika Serikat Deklarasikan Darurat Nasional Atas Serangan TI

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 16 Mei 2019 - 10:13

JATIMNET.COM, Surabaya – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mendeklarasikan darurat nasional untuk melindungi jaringan komputer AS dari “musuh asing”.

Trump resmi menandatangani perintah eksekutif, yang melarang perusahaan AS untuk menggunakan produk telekomunikasi asing, yang diduga mengancam keamanan nasional.

Dalam perintah itu, Trump tidak menyebutkan nama perusahaan apapun secara spesifik.

Namun, analis percaya jika perintah itu ditujukan kepada perusahaan telekomunikasi asal Cina, Huawei.

BACA JUGA: Perang Dagang, Trump Genjot Tarif Barang Asal Cina

Menurut penyataan Gedung putih, perintah Trump bertujuan “melindungi AS dari musuh asing yang secara aktif dan meningkat, menciptakan dan mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur dan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi”, dikutip dari Bbc, Kamis 16 Mei 2019.

Perintah itu memberikan wewenang pada Menteri Perdagangan, untuk “melarang transaksi yang berpotensi memiliki risiko tak bisa diterima terhadap keamanan nasional,” kata pernyataan itu.

Peraturan ini segera disambut oleh Pimpinan Komisi Komunikasi Federal Ajit Pai, yang menyatakan “adalah langkah signifikan untuk maju mengamankan jaringan AS,”.

Sebelumnya, AS telah melarang agensi federal untuk menggunakan produk milik Huawei dan mendorong negara aliansi untuk menjauhi mereka.

BACA JUGA: Ogah Dituduh Jadi Intel Cina, Huawei Tanda Tangani Perjanjian

Sedangkan Australia dan Selandia Baru, telah memblokir peralatan yang menggunakan teknologi jaringan 5G milik Huawei.

Namun Huawei menolak tuduhan itu.

Pimpinan Huawei menyepakati untuk menandatangani perjanjian anti mata-mata dengan pemerintah, di London Selasa lalu.

Sementara, peraturan terbaru ini diduga semakin memanaskan perang dagang antara AS dan Cina.

BACA JUGA: Ditolak Amerika Serikat dan Australia, Huawei Diterima Inggris?

Presiden AS sebelumnya telah mengeluhkan praktik perdagangan Cina sebelum  ia dilantik sebagai presiden di tahun 2016.

AS meningkatkan tarif atas barang asal Cina mencapai USD 200 miliar pada Jumat lalu, dan Cina membalas dengan hal yang sama atas barang dari AS.

Pasar saham yang stabil Rabu kemarin, berharap tensi antara dua negara bisa menurun pada pertemuan bulan depan.

Trump telah melontarkan harapan untuk bertemu Presiden Xi Jinping, pada pertemuan G20 di Jepang. Juru bicara menteri luar negeri Cina, Geng Shuang, juga mengatakan jika dua pemimpin “mengatur pertemuan melalui berbagai cara,”.   

Baca Juga

loading...