Ditolak Amerika Serikat dan Australia, Huawei Diterima Inggris?

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 26 April 2019 - 12:25

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Inggris telah menyetujui permintaan Huawei untuk memasok peralatan telekomunikasi teknologi jaringan 5G.

Hal ini menyebabkan Inggris berbeda sikap dengan dua negara aliansinya, Australia dan Amerika Serikat, yang melarang Huawei lantaran pertimbangan keamanan, dikutip dari Bbc pada Jumat 26 April 2019.

Juru bicara Departemen Digital, Budaya, Media dan Olah raga, mengatakan, jika mereka telah mengulas pasokan untuk jaringan 5G dan akan segera melaporkan hasilnya.

Menteri Digital Margot James merespon laporan dengan mencuitkan di Twitter, “Meskipun ada anggapan Kabinet bersikap berbeda dari kebanyakan, keputusan akhir belum ditetapkan, dalam mengatur ancaman pada infrastruktur telekomunikasi,”.

BACA JUGA: Huawei Kenalkan Teknologi 5G di Indonesia

Menurut the Daily Telegraph, Huawei mendapatkan akses untuk membantu membangun infrastruktur “Non-Core” dalam jaringan 5G.

Infrastruktur yang akan disuplai adalah fasilitas seperti antena.

Ini berarti, Huawei tidak akan menyuplai bagian penting atau “core”, di mana tugas seperti memindai identitas, serta penentuan rute video call dan data berlangsung.

Huawei yang sebelumnya telah menyuplai peralatan untuk jaringan mobile di Inggris, selalu menyangkal klaim, jika mereka dikontrol oleh pemerintah Cina.

BACA JUGA: Huawei Laporkan Kenaikan Laba Penjualan Rp 125 Triliun

Mereka mengatakan, sedang menunggu pengumuman formal, namun “merasa tersanjung lantaran Inggris melanjutkan pendekatan berdasarkan bukti pada pekerjaan mereka”, sambil menambahkan jika Huawei akan bersikap kooperatif dengan pemerintah dan industri.

Ciaran Martin, Kepala Pusat Kemananan Siber Nasional, yang telah mengamati pekerjaan Huawei mengatakan, jika kerangka kerja akan digunakan untuk menjamin jaringan 5G sangat aman.

Ditanya tentang potensi konflik akibat posisi Inggris dalam aliansi Lima Mata, ia mengatakan, “pada dekade lalu, telah terjadi pendekatan berbeda di antara Lima Mata, dan di antara aliansi lain yang lebih besar di Barat, terhadap Huawei atau isu yang lain,”.

Sebelumnya, Amerika Serikat  meminta aliansi dalam kelompok intelejen “Lima Mata”, yang terdiri dari AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, agar mengeksklusi perusahaan berbasis di Cina itu.

BACA JUGA: Pengiriman Huawei Mate 20 Tembus 10 Juta

Huawei telah membantah, jika pekerjaan mereka berpotensi mengancam, mengamati, atau menyabotase.

Namun, Australia yang mendukung Washington mengatakan “perhatian serius terhadap kewajiban Huawei kepada pemerintah Cina, serta ancaman bahasanya bagi integritas jaringan telekomunkasi di Amerika Serikat, dan tempat lain,”.

Baca Juga

loading...