Ogah Dituduh Jadi Intel Cina, Huawei Tanda Tangani Perjanjian

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 15 Mei 2019 - 16:58

JATIMNET.COM, Surabaya – Pimpinan Huawei Liang Hua menyatakan jika perusahaannya bersedia menandatangani perjanjian anti mata-mata dengan pemerintah, termasuk dengan Inggris.

Hal ini muncul mengikuti kekhawatiran jika Cina bisa menggunakan produk milik Huawei untuk kebutuhan intelejen.

“Kami bersedia untuk menandatangani perjanjian anti mata-mata dengan pemerintah, termasuk dengan Inggris, dan berkomitmen untuk membuat produk anti mata-mata, tanpa ada standar pintu belakang,” kata Liang Hua melalui penerjemah dalam konferensi bisnis di London, Selasa 14 Mei, dikutip dari Bbc.

Laporan terbaru menyatakan jika Inggris mengizinkan Huawei menjadi pemasok peralatan telekomunikasi untguk jaringan 5G, dengan sejumlah pembatasan.

BACA JUGA: Ditolak Amerika Serikat dan Australia, Huawei Diterima Inggris?

Huawei adalah perusahaan peralatan telekomunikasi terbesar dunia. Ia menghadapi banyak serangan dari negara Barat, atas kekhawatiran mereka terjadi keamanan dari produk berteknologi jaringan 5G.

Australia dan Selandia Baru telah memblokir peralatan 5G milik Huawei.

Amerika Serikat membatasi badan federal untuk menggunakan produk Huawei dan telah menekan negara aliansi untuk menjauhi Huawei.

Pada Rabu, Reuters menulis jika AS terlihat memperketat aturan atas Huawei, mengikuti rencana Donald Trump untuk menandatangani permintaan eksekutif pekan ini, melarang perusahaan menggunakan peralatan telekomunikasi yang diproduksi perusahaan yang menjadi ancaman pada keamanan nasional.

BACA JUGA: Huawei Kenalkan Teknologi 5G di Indonesia

Perjanjian muncul mengikuti meningkatnya tegangan Cina dan AS.

Baca Juga

loading...