Sabtu, 25 April 2026 11:14 UTC

Penampakan jersey Lamongan Football Culture (LFC) 3.0 karya kolaborasi antara Apparel Allegian dengan desainer Rifqee Hulk. Foto: Apparel Allegiant
JATIMNET.COM, Surabaya – Brand apparel Allegiant kembali menghadirkan inovasi melalui peluncuran jersey Lamongan Football Culture (LFC) 3.0. Produk ini tidak sekadar menonjolkan desain visual, tetapi juga membawa narasi kuat tentang identitas daerah, sejarah, hingga harapan kebangkitan sepak bola Lamongan.
Allegiant menggandeng desainer asal Lamongan, Rifqee Hulk, untuk merancang jersey yang sarat makna. Melalui perpaduan warna biru dan cream denim, jersey ini merepresentasikan perjalanan panjang sekaligus kebanggaan masyarakat Lamongan terhadap dunia sepak bola mereka.
CEO Allegiant, Fajar Zavi, menegaskan bahwa setiap elemen dalam desain memiliki filosofi mendalam, bukan sekadar hiasan visual.
“Figur Joko Tingkir kami hadirkan sebagai identitas utama yang melekat dengan sejarah dan karakter Lamongan. Ini menjadi akar yang menguatkan spirit sepak bola di daerah,” ujar Fajar, Sabtu, 25 April 2026.
Desain jersey ini juga menampilkan berbagai ikon lokal seperti Tugu Bandeng dan Lele sebagai simbol kebanggaan daerah. Selain itu, Stadion Surajaya dihadirkan sebagai representasi ruang kolektif yang mempertemukan energi suporter dan tim.
BACA: Kinerja BPR Majatama Melesat: Aset Tumbuh 31 Persen, Laba Naik 41 Persen dalam Tiga Tahun
Allegiant turut menyisipkan narasi perjalanan sepak bola Lamongan melalui visual awan bergejolak. Elemen ini menggambarkan fase sulit dan penuh tantangan yang pernah dilalui. Namun, kemunculan cahaya di balik awan menjadi simbol harapan dan keyakinan untuk bangkit.
Rifqee Hulk menyebut pesan tersebut menjadi inti dari desain yang ia buat.
“Seberat apapun masa yang kita lalui, kita harus tetap punya keteguhan untuk bersinar kembali. Itu yang ingin saya sampaikan lewat visual cahaya yang muncul dari balik awan,” kata Rifqee.
Selain itu, jersey ini diperkaya dengan berbagai simbol pendukung yang memperkuat narasi. Angka 1967 menandai awal berdirinya perserikatan sepak bola Lamongan, sementara elemen air melambangkan keseimbangan. Tiga bulatan mencerminkan persatuan, keris menjadi simbol keberanian, dan siluet piala menggambarkan ambisi meraih kemenangan.
Detail lain seperti bintang sebagai lambang kejayaan, tameng yang merepresentasikan kepercayaan diri, hingga Gapura Paduraksa sebagai identitas Lamongan turut melengkapi desain. Sebanyak 11 garis lancip yang mengarah ke atas menjadi metafora kesebelasan yang terus optimistis, baik saat bertanding di kandang maupun tandang.
Fajar berharap kehadiran jersey ini mampu membangkitkan semangat para suporter.
“Dengan kehadiran jersey Lamongan Football Culture 3.0 ini kami berharap pecinta sepak bola Lamongan bisa lebih bersemangat dalam memberi dukungan kepada tim kesayangannya,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Allegiant merancang jersey ini dengan spesifikasi premium. Produk ini menggunakan logo 3D flock tatami, bahan senna premium, serta teknik full printing dengan ilustrasi khas Lamongan. Desain kerah polo V ALG 2 dengan rib rajut motif juga memperkuat kesan eksklusif.
Bagi Rifqee, LFC 3.0 tidak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga harapan kolektif masyarakat Lamongan terhadap masa depan sepak bola mereka, khususnya Persela Lamongan.
“Visinya jelas, kita ingin membawa Persela kembali promosi ke Liga 1. Jersey ini adalah simbol keyakinan itu,” tuturnya.
