Sabtu, 25 April 2026 02:07 UTC

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa selaku pemegang saham saat menghadiri RUPSLB BPR Majatama, Kamis, 24 April 2026. Foto: Diskominfo Pemkab Mojokerto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) BPR Majatama mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang periode 2022 hingga 2025. Hal ini tercermin dari peningkatan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba bersih perusahaan.
Komisaris Utama Teguh Gunarko mengungkapkan, perseroan mampu menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan dalam kurun waktu tersebut.
BACA: Kloa, Aplikasi Kasir yang Tawarkan Solusi Murah dan Praktis bagi UMKM
"Kami menilai bahwa perseroan mampu menunjukkan kinerja yang tumbuh secara sehat, terukur, dan berkelanjutan, hal ini tercermin dari capaian kinerja keuangan yang dapat dibandingkan secara jelas antara posisi tahun 2022 dan tahun 2025," ungkap Gunarko saat ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 24 April 2026.
Secara rinci, total aset perusahaan meningkat dari Rp190,76 miliar pada 2022 menjadi Rp250,49 miliar pada akhir 2025, atau tumbuh Rp59,73 miliar (31,31%).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit juga mengalami kenaikan dari Rp173,58 miliar menjadi Rp202,95 miliar, atau bertambah Rp29,36 miliar (16,92%).
Penghimpunan dana turut menunjukkan performa positif. Dana pihak ketiga nonbank—yang terdiri atas tabungan dan deposito—meningkat dari Rp88,88 miliar menjadi Rp126,03 miliar, atau naik Rp37,14 miliar (41,79%). Sementara itu, dana dari bank lain bertambah dari Rp40,20 miliar menjadi Rp52,40 miliar, atau tumbuh Rp12,20 miliar (30,35%).
BACA: RUPSLB BPR Majatama Putuskan Perpanjangan Jabatan Teguh Gunarko hingga 2030
Dari sisi profitabilitas, laba bersih perusahaan melonjak dari Rp6,01 miliar pada 2022 menjadi Rp8,52 miliar pada 2025, atau meningkat Rp2,51 miliar (41,76%).
Selain itu, kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto juga mengalami peningkatan, dari Rp3,3 miliar pada 2023 menjadi Rp4,68 miliar pada 2026.
