Kamis, 16 April 2026 09:00 UTC

Grand Opening bertajuk “Kloa: 1 Year Journey & The Next Phase” yang digelar di Tangerang, Banten, Kamis, 16 April 2026. Foto: Kloa.
JATIMNET.COM, Tangerang – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih profesional dalam menjalankan bisnis terus dilakukan melalui inovasi digital.
Salah satunya lewat kehadiran aplikasi kasir digital “Kloa” yang menawarkan sistem sederhana, lengkap, dan terjangkau bagi pelaku usaha.
Aplikasi ini resmi memasuki fase pengembangan baru dalam acara Grand Opening bertajuk “Kloa: 1 Year Journey & The Next Phase” yang digelar di Tangerang, Banten, Kamis, 16 April 2026.
Founder sekaligus Direktur Utama Kloa, Kevin Hadinata mengatakan bahwa aplikasi ini lahir dari keresahan pribadinya untuk berkontribusi terhadap kemajuan UMKM di Indonesia.
Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang perlu didukung dengan sistem bisnis yang baik sejak awal.
“Kasir itu sebenarnya adalah sistem awal yang bisa menunjang berdirinya UMKM secara tertata. Kloa hadir agar pelaku usaha bisa lebih profesional sejak langkah pertama,” ujarnya.
Kevin menjelaskan, Kloa dirancang sebagai solusi inti dalam memulai bisnis. Nama “Kloa” sendiri memiliki arti “inti”, yang mencerminkan fokus aplikasi ini pada kebutuhan utama pelaku usaha tanpa fitur yang berlebihan.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), turut mendorong efisiensi dalam membangun sistem bisnis yang sebelumnya membutuhkan banyak sumber daya.
“Kami ingin membuat produk yang benar-benar dipakai masyarakat, efisien, dan tidak ada resource yang terbuang,” tambahnya.
Dalam satu tahun perjalanannya, Kloa telah memiliki lebih dari 400 pengguna aktif. Sekitar 70 persen pengguna berasal dari sektor coffee shop dan food and beverages (F&B), sementara 30 persen lainnya berasal dari sektor ritel dan sembako.
Aplikasi ini dapat digunakan di berbagai platform seperti Android, iOS, dan Windows, serta dapat diunduh melalui App Store maupun Google Play. Proses pemasangan pun diklaim cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.
“Kami menargetkan pada 2026 ini jumlah pengguna aktif bisa mencapai 10 ribu,” ungkap Kevin.
Kloa menawarkan berbagai fitur inti seperti sistem kasir, pencatatan transaksi, hingga rekap stok secara efisien. Seluruh fitur premium tersebut dapat diakses dengan biaya langganan yang terjangkau, yakni Rp24.750 per bulan.
Aplikasi ini dinilai cocok digunakan untuk berbagai jenis usaha. Mulai dari ritel, bisnis F&B, kios atau ruko, hingga pelaku usaha yang kerap mengikuti bazaar.
Fitur seperti open bill, cetak checker, hingga pengelolaan stok antar outlet menjadi nilai tambah dalam mendukung operasional bisnis.
Sementara itu, perwakilan investor Kloa dari PT Gajah Muda Harumindo, Mr Hui, menilai bahwa sistem menjadi aspek krusial yang sering diabaikan oleh pelaku UMKM.
“Banyak pelaku usaha fokus pada produk dan tempat, tetapi melupakan sistem. Padahal, sistem yang membuat bisnis berjalan terorganisir dengan baik. Kloa hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” jelasnya.
Ia menegaskan, dengan sistem digital yang baik, UMKM dapat meningkatkan profesionalisme, mulai dari pelayanan hingga pengelolaan stok dan analisis penjualan.
“Kloa bukan hanya kasir, tapi juga sistem yang membantu UMKM berkembang secara lebih modern, mudah, dan terjangkau,” pungkasnya.
