Selasa, 30 June 2026 13:00 UTC

Ilustrasi: Menulis untuk masa depan. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Menulis tetap relevan meskipun masyarakat modern semakin akrab dengan video pendek, podcast, dan berbagai format konten visual.
Di tengah perubahan cara konsumsi informasi tersebut, tulisan masih menjadi fondasi penting dalam proses belajar, bekerja, hingga membangun pengetahuan.
Fenomena ini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menonton video melalui berbagai platform digital. Namun ketika membutuhkan informasi yang lebih rinci, referensi akademik, dokumen resmi, atau panduan yang dapat dipelajari ulang, tulisan tetap menjadi pilihan utama.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak menghapus peran tulisan. Sebaliknya, tulisan dan video berkembang dengan fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.
Video Mendominasi Konsumsi Informasi Harian
Perubahan perilaku digital masyarakat Indonesia berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 telah mencapai 79,5 persen atau sekitar 221 juta pengguna.
Pada saat yang sama, masyarakat Indonesia menjadi salah satu pengguna media sosial paling aktif di dunia.
Format video berkembang pesat karena mampu menyampaikan informasi secara cepat dan mudah dipahami. Banyak orang memilih video untuk mencari hiburan, mengikuti tren, atau mempelajari keterampilan dasar.
Keunggulan utama video terletak pada kemampuannya menggabungkan gambar, suara, dan gerakan dalam satu media yang menarik perhatian.
Namun kemudahan tersebut tidak selalu cocok untuk semua kebutuhan informasi.
Tulisan Masih Menjadi Fondasi Dunia Pendidikan
Meskipun video semakin populer, sebagian besar sistem pendidikan masih bertumpu pada kemampuan membaca dan menulis.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka melek huruf penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas telah mencapai lebih dari 96 persen. Capaian ini menjadi modal penting bagi pembangunan sumber daya manusia nasional.
Di sekolah dan perguruan tinggi, mahasiswa tetap dituntut memahami buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan berbagai dokumen tertulis.
Tulisan memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi secara rinci dan sistematis. Pembaca dapat mengulang bagian tertentu, membuat catatan, atau membandingkan berbagai sumber dengan lebih mudah.
Karena itu, kemampuan membaca dan menulis masih menjadi keterampilan dasar yang tidak tergantikan dalam dunia pendidikan.
Dunia Kerja Masih Bergantung pada Kemampuan Menulis
Transformasi digital tidak mengurangi kebutuhan terhadap komunikasi tertulis. Laporan berbagai lembaga ketenagakerjaan menunjukkan kemampuan komunikasi tetap menjadi salah satu keterampilan yang paling dicari perusahaan. Dalam praktiknya, kemampuan tersebut banyak diwujudkan melalui tulisan.
Email, laporan kerja, proposal proyek, presentasi bisnis, dokumentasi data, hingga strategi pemasaran tetap membutuhkan kemampuan menyusun informasi secara jelas.
Bahkan perkembangan kecerdasan buatan membuat kemampuan menulis menjadi semakin penting. Teknologi dapat membantu menghasilkan teks lebih cepat, tetapi manusia tetap diperlukan untuk menyusun ide, menentukan konteks, serta memastikan kualitas informasi.
Dengan kata lain, menulis kini bukan hanya keterampilan akademik, melainkan kompetensi profesional.
Tulisan Membantu Proses Berpikir yang Lebih Dalam
Video sangat efektif untuk menarik perhatian. Namun tulisan memiliki keunggulan dalam membantu seseorang melakukan refleksi dan analisis.
Ketika membaca tulisan panjang, otak bekerja secara aktif untuk memahami hubungan antaride. Proses ini berbeda dengan konsumsi video yang cenderung berlangsung lebih cepat.
Karena itu banyak peneliti, dosen, penulis, dan profesional tetap mempertahankan kebiasaan menulis meskipun aktif menggunakan media visual.
Tulisan memungkinkan seseorang menyusun argumen secara bertahap. Pembaca juga memiliki ruang untuk berhenti, berpikir, lalu mengevaluasi informasi yang diterima.
Kemampuan inilah yang membuat tulisan tetap memiliki nilai tinggi dalam pengembangan pengetahuan.
Menulis dan Video Akan Terus Berjalan Berdampingan
Perkembangan teknologi kemungkinan akan membuat format video semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari. Namun dominasi tersebut tidak berarti tulisan kehilangan fungsinya.
Sebaliknya, kedua format memiliki peran yang berbeda. Video unggul dalam menarik perhatian dan menjelaskan informasi secara
visual. Tulisan unggul dalam kedalaman, dokumentasi, dan proses berpikir yang lebih terstruktur.
Di Indonesia, peningkatan akses internet dan pertumbuhan ekonomi digital justru membuka peluang lebih besar bagi keduanya untuk berkembang bersama.
Karena itu, alasan menulis tetap relevan di tengah dominasi video bukan semata-mata karena tradisi literasi. Menulis tetap dibutuhkan karena membantu manusia memahami informasi, menyusun gagasan, dan membangun pengetahuan secara lebih mendalam.
Selama manusia masih perlu berpikir, belajar, dan berkomunikasi secara jelas, tulisan akan selalu memiliki tempat penting di tengah perubahan teknologi yang terus berlangsung.
