Sumbangan sebesar USD 1 juta diberikan pada UNRWA

Afghanistan Sumbang Badan Pengungsi PBB Untuk Palestina

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 8 Maret 2019 - 09:30

JATIMNET.COM, Surabaya – Perang dan konflik serta kondisi negara yang tidak kaya bukan halangan bagi Afghanistan untuk ikut berkontribusi kepada Palestina.

Negara itu menyumbang Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) sebanyak USD 1 juta.

Siaran pers UNRWA mengatakan Duta Besar Afghanistan untuk Turki Abdul Rahim Sayed Jan menyerahkan sumbangan negaranya kepada Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl selama upacara yang dituan-rumahi oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Dalam acara itu hadir pula  Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Malki di Instabul, Turki, pada Minggu 3 Maret 2019.

BACA JUGA: Tarif Bea Masuk Produk Kurma dan Zaitun Palestina Dihapus

Komisaris Jenderal UNRWA menggambarkan sumbangan Afghanistan sebagai "isyarat sangat besar mengenai kedaulatan besar" pada saat Afghanistan menghadapi banyak tantangan perang selama berabad-abad, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Jumat 8 Maret 2019 pagi.

"Keputusan Afghanistan untuk mendukung pengungsi Palestina akan ditulis dalam huruf-huruf emas dalam sejarah UNRWA," kata Krahenbuhl.

"Ini adalah pesan yang akan kami bawa ke seluruh dunia untuk memberi ilham kepada yang lain agar memberi dukungan kuat buat pengungsi Palestina. Ini adalah lambang yang belum dilupakan oleh dunia," katanya.

BACA JUGA: Warga Palestina Belajar Budidaya Ikan di UMM Malang

Duta besar Afghanistan untuk Turki tersebut kembali menyampaikan "posisi bersejarah negaranya untuk Palestina", sehingga "keputusan untuk mendanai UNRWA menjadi sangat penting".

Dalam kesempatan itu, Komisaris Jenderal UNRWA bertemu dengan Salahuddin Rabbani --Menteri Luar Negeri Afghanistan-- dan menyampaikan terima kasihnya yang sepenuh hati untuk mendukung UNRWA.

Sumbangan oleh Afghanistan itu membawa pesan komitmen dan solidaritas dari satu negara yang rakyatnya telah lama menderita kesulitan dan perang.

Kabar ini datang bersamaan dengan pembentukan Pembangunan Dana Waqaf bagi Pengungsi Palestina, yang disahkan di Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pekan lalu. (Ant)

 

Baca Juga

loading...