Senin, 15 June 2026 06:00 UTC

Personel kepolisian saat mengikuti apel pengamanan Suro di Alun-alun Kota Madiun, Senin, 15 Juni 2026. Foto: Humas Pemkab Madiun
JATIMNET.COM, Madiun – Aparat keamanan menyiapkan 983 personel gabungan untuk mengawal rangkaian kegiatan Bulan Suro 2026 di wilayah Kabupaten/Kota Madiun.
Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah potensi konflik antarperguruan pencak silat yang memiliki agenda besar selama bulan tersebut.
Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Aman Suro 2026 di Alun-alun Kota Madiun, Senin, 15 Juni 2026. Apel diikuti jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Madiun, TNI, Polri, instansi terkait, hingga perwakilan perguruan pencak silat.
Bulan Suro menjadi perhatian karena sejumlah perguruan silat yang berpusat di Madiun memiliki tradisi tahunan dengan melibatkan massa dalam jumlah besar.
Di antaranya Suroan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Suran Agung oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM), serta agenda perguruan silat OCC Pangastuti.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, pengamanan dilakukan melalui koordinasi bersama seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi gesekan antarkelompok.
“Selama ini koordinasi sudah kami lakukan. Kami juga sudah melakukan antisipasi terhadap potensi-potensi konflik antarperguruan silat,” ujarnya.
Menurut Wiwin, personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Pengamanan juga dilakukan dengan memperhatikan sejumlah titik yang berpotensi terjadi gangguan, termasuk wilayah perbatasan.
“Kami tetap melakukan kewaspadaan dan antisipasi. Semua pihak bersama-sama memastikan kegiatan Suroan dan Suran Agung berjalan aman dan damai,” katanya.
Ia menegaskan aparat tidak akan memberikan ruang bagi tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat. Jika ditemukan kericuhan maupun pelanggaran hukum, penindakan akan dilakukan sesuai aturan.
“Kalau ada kericuhan, tentunya kami lakukan tindakan represif dalam arti penegakan hukum secara profesional,” tegasnya.
Selain pengamanan di lapangan, Polres Madiun Kota juga memperkuat patroli siber untuk mengantisipasi penyebaran informasi provokatif yang dapat memicu keresahan.
“Kami pastikan apabila masih ada oknum yang membuat suasana tidak aman atau menebar ketakutan melalui media sosial, pasti akan kami tindak,” tambah Wiwin.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan apel tersebut menjadi bentuk kesiapan seluruh unsur sebelum pelaksanaan rangkaian kegiatan Suro berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat.
“Pengamanan harus dilakukan secara sinergis. Dengan gelar apel ini, arahan dari seluruh pemangku kebijakan menjadi jelas,” ujarnya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto juga mengajak masyarakat menjaga kondusivitas selama Bulan Suro. Ia berharap tradisi tahunan tersebut dapat berjalan aman sekaligus memberikan dampak positif bagi daerah.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah hadir bersama masyarakat untuk mengamankan Aman Suro di Kabupaten dan Kota Madiun,” katanya.
