Kamis, 30 July 2026 05:30 UTC

Kakek Doso terbaring di tempat tidurnya setelah berhasil dievakuasi warga dari areal bekas galian C di Desa Curahmojo, Pungging, Mojokerto yang videonya viral di media sosial, Rabu, 29 Juli 2026. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Video evakuasi seorang lansia menggunakan truk di Dusun Jlopo, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, menjadi sorotan di media sosial.
Namun di balik peristiwa itu, warga menilai persoalan yang sebenarnya adalah belum tersedianya mobil siaga desa serta buruknya akses jalan menuju permukiman.
Lansia bernama Doso, 70 tahun, sebelumnya dilaporkan hilang dari rumah sejak Minggu 26 Juli 2026. Setelah dilakukan pencarian oleh keluarga dan warga, ia ditemukan sehari kemudian sekitar pukul 16.00 WIB di area bekas galian C dalam kondisi lemas, namun masih sadar.
Karena lokasi penemuan berada di medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan, warga mengevakuasi Doso menggunakan tandu darurat yang dibuat dari bambu.
Setelah berhasil dibawa ke jalan yang dapat dilalui kendaraan, Doso kemudian diangkut menggunakan truk milik warga menuju fasilitas kesehatan.
Menurut warga, penggunaan truk bukan pilihan utama. Kondisi tersebut terjadi karena Desa Curahmojo hingga kini belum memiliki mobil siaga yang dapat digunakan untuk penanganan keadaan darurat.
"Di sini tidak ada mobil siaga desa. Padahal sejak beberapa tahun lalu kami sudah mengusulkan, tetapi sampai sekarang belum terealisasi," kata Sunaryo, warga Desa Curahmojo, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia mengatakan, warga yang membutuhkan kendaraan untuk berobat ke puskesmas maupun rumah sakit selama ini harus menyewa kendaraan dengan biaya sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu sekali perjalanan. Sebagian warga sebelumnya masih mengandalkan kendaraan pribadi milik tetangga, namun cara itu kini tidak selalu memungkinkan.
Sunaryo berharap pemerintah segera memenuhi kebutuhan mobil siaga desa sekaligus memperbaiki akses jalan yang selama ini menyulitkan mobilitas warga, terutama saat terjadi kondisi darurat.
"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terkait kebutuhan mobil siaga desa dan perbaikan akses jalan. Fasilitas tersebut sangat dibutuhkan warga dalam kondisi darurat," ujarnya.
Sementara itu, menantu Doso, Muhaimin, menjelaskan bahwa mertuanya mengalami pikun sehingga diduga tersesat saat meninggalkan rumah. Setelah ditemukan, keluarga bersama warga berupaya secepat mungkin membawanya ke tenaga kesehatan.
"Ketika ditemukan kondisinya lemas, masih sadar. Karena situasi darurat dan kondisinya memprihatinkan, akhirnya diangkut menggunakan truk milik tetangga yang bersedia membantu," kata Muhaimin.
Setelah dievakuasi, Doso mendapat penanganan medis di bidan desa. Peristiwa tersebut kini memicu harapan warga agar kebutuhan layanan darurat di desa, mulai dari mobil siaga hingga akses jalan yang layak, mendapat perhatian pemerintah.
