320 Penderita TBC di Pamekasan Sembuh Dua Tahun Terakhir

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:35

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 320 penderita Tuberculosis di Pamekasan Jawa Timur, dinyatakan sembuh selama dua tahun terakhir. Sebanyak 238 orang, sedang menjalani pendampingan khusus, dari kader TB Aisiyah Pamekasan.

Pada tahun 2017, warga Pamekasan yang ditemukan menderita TB sebanyak 342 orang, dan pada 2018 terdapat 246 orang. 

Dari 342 orang yang menderita TB itu, 291 orang di antaranya kini telah sembuh, sedangkan pada 2018 ada 29 orang yang sembuh. 

"Dengan demikian, dari 558 orang kami temukan menderita TB itu, sebanyak 320 orang telah sembuh," kata Kepala Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care Aisyiyah Pamekasan, Ruhayati di Pamekasan, Jumat 22 Maret 2019. 

BACA JUGA: PPTP3A Pamekasan Temukan Kasus Perdagangan Orang

Ruhayati lebih lanjut menjelaskan, Aisyiyah merupakan penyelenggara program Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care di tingkat Kabupaten Pamekasan, yakni program kerja sama dengan Global Fund, sebuah lembaga dengan dana hibah luar negeri, yang berkantor pusat di Genewa.

Lembaga donor bentukan PBB ini, fokus pada penanganan berbagai jenis penyakit menular, dan berbahaya, seperti malaria, tubercolosis dan HIV/AIDS.

Saat ini, sambung dia, SSR TB HIV Care Aisyiyah Pamekasan, memiliki 26 kader TB aktif, yang tersebar di 13 kecamatan, di Kabupaten Pamekasan. 

Mereka selalu melakukan pendampingan, dan mencari warga yang terindikasi terserang penyakit TB, untuk berobat di puskesmas.

BACA JUGA: Produksi Jagung di Pamekasan Terganggu Tingginya Curah Hujan

"Karena biaya pengobatan mereka hingga sembuh ditanggung oleh pemerintah kerja sama dengan lembaga donor Global Fund ini," katanya, menjelaskan.

Hanya saja, kader TB di Pamekasan saat ini terkendala lemahnya keinginan pasien, untuk meminum obat.

"Oleh karena itu, selain melakukan pencarian warga yang diduga terserang TB, tugas kades TB ini juga adalah PMO (pendamping minum obat)," katanya, menjelaskan.

Ruhayati menuturkan, saat ini masyarakat belum banyak yang paham tentang jenis penyakit ini, sehingga pihaknya memandang perlu untuk menggandeng media, mensosialisasikan program penanganan TB tersebut, termasuk biaya pengobatan yang gratis.

BACA JUGA: Pamekasan Gagal Eliminasi Kusta

"Biaya pengobatan penderita TB ini gratis, hingga mereka sembuh. Obat-obatan yang mereka konsumsi gratis dan tidak perlu membayar sepersenpun," katanya, menjelaskan.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan organisasi profesi wartawan, yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kabupaten Pamekasan.

Nota kesepahaman PWI-SSR itu, terdiri dari delapan bab, dengan sembilan pasal. Masing-masing tentang maksud dan tujuan, ruang lingkup, hak dan kewajiban, pelaksanaan evaluasi, jangka waktu perjanjian, force majeure, biaya kegiatan dan penutup.

Ia berharap, kerja sama dengan PWI Pamekasan itu, bisa memberikan nilai lebih dalam hal sosialisasi kesehatan, dan penanganan TB dan HIV/AIDs, di Kabupaten Pamekasan.


BACA JUGA: Pamekasan Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Capai Enam Persen

“Sebab, bagi kami peran media itu sangat penting, dalam ikut mensosialisasikan program-program kesehatan dan penanganan penyakit menular seperti TB,” katanya. (ant)

Baca Juga

loading...