YLKI Sebut Mudik Jalur Darat Berisiko Tinggi

Rochman Arief

Senin, 27 Mei 2019 - 09:43

JATIMNET.COM, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan mudik melalui jalur darat memiliki risiko tinggi. Menurutnya volume kendaraan di jalur darat meningkat lebih dari 100 persen.

“Belum lagi bila disandera dengan kemacetan parah selama perjalanan. Keselamatan bertransportasi adalah kata kunci yang pertama dan utama,” kata Tulus, Senin 27 Maret 2019.

Tulus menyarankan pemudik untuk tidak memaksakan diri dan kendaraannya. Lebih baik terlambat sampai ke tujuan atau tidak berangkat daripada tidak sampai tujuan sama sekali.

BACA JUGA: Jelang Mudik, Terminal Seloaji Ponorogo Rutin Cek Kelayakan Bus

Pengemudi perlu beristirahat setiap tiga jam hingga empat jam setelah mengemudi. Kendaraan juga jangan dipaksa dipacu dengan kecepatan tinggi.

“Beristirahat di tempat yang sudah disediakan seperti di rest area jalan tol, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), masjid, dan tempat lainnya,” tuturnya.

Pemudik juga perlu memastikan kendaraannya laik jalan. Terutama untuk perjalanan jauh dan usia kendaraan sudah cukup tua. Servis kendaraan sebelum perjalanan mudik perlu dilakukan.

Tulus mengatakan muatan kendaraan juga perlu diperhatikan. Jangan sampai kapasitas berlebihan, baik jumlah penumpang maupun jumlah barang di bagasi ataupun di atas kendaraan.

BACA JUGA: Hipertensi dan Kolesterol, Penyakit Paling Banyak Diderita Sopir

 

“Muatan berlebihan akan membahayakan keselamatan berkendara. Muatan di atas atap mobil juga berpengaruh pada aspek keselamatan," katanya.

Kementerian Perhubungan memperkirakan 50 persen warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan mudik lebaran dan 40 persennya menggunakan jalan tol. Selain itu, diperkirakan juga akan ada 924.000 pemudik menggunakan sepeda motor.

Tulus menilai hal yang paling penting selama mudik adalah aspek keselamatan. Salah satu yang selalu terjadi dalam fenomena mudik adalah penurunan derajat keselamatan. (ant)

Baca Juga

loading...