JATIMNET.COM, Surabaya - Bukan hal yang mudah bagi Karina Andjani (28) untuk ikut berpartisipasi menyalurkan aspirasinya dalam pemilihan umum presiden dan anggota legislatif. Pianis dan penulis Indonesia yang tinggal di Belanda ini harus menempuh jarak ratusan kilometer dari rumahnya menuju ke satu-satunya tempat pemungutan suara (TPS) di Den Haag pada Sabtu 13 April 2019.  

Karina, melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Jumat 12 April 2019 harus menempuh jarak sejauh 107,5 kilometer dari rumahnya di Kota s-Hertogenbosch ke TPS di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH) menggunakan kereta selama dua jam.

“Di Belanda jarak ratusan kilometer dapat dijangkau dalam hitungan jam menggunakan kereta. Mungkin di sini berbeda dengan kondisi di Indonesia atau di Amerika Serikat, karena di dua negara itu banyak orang masih berpindah memakai mobil,” kata Karina, penulis buku filsafat "Apa Itu Musik?"

BACA JUGA: Mendagri Optimis Partisipasi Pemilu 2019 Melebihi Target

Menurut sepengetahuan Karina, banyak WNI di Belanda yang memilih langsung ke Den Haag karena tidak mendapat kiriman surat suara melalui pos.

Karina pun mencari tahu sendiri cara memilih di luar negeri dari informasi yang tersedia di internet. Menurut dia, panitia pemilihan luar negeri (PPLN) di Den Haag kurang aktif meneruskan informasi mengenai pemilu kepada WNI di Belanda.

“Saya dan suami daftar sendiri, cari informasi sendiri, karena pemilu jadi salah satu pengingat bahwa kami adalah warga negara Indonesia yang punya kewajiban untuk memilih presiden serta anggota dewan,” terang Karina.

Pemilihan umum di Belanda dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mencoblos langsung di TPS di Den Haag, dan mengirim surat suara via pos ke PPLN setempat.

Untuk mencoblos langsung, pemilih disarankan membawa salah satu kartu identitas berupa paspor, surat tugas laksana paspor (SPLP), atau kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

BACA JUGA: Pemilu 2019, Delapan TPS Dibuka di Riyadh Arab Saudi

Selain tiga dokumen itu, pemilih juga dapat membawa formulir C6 atau surat suara dan formulir A5 atau dokumen yang menyatakan pindah lokasi pemilihan.

Saat pemilihan pada Sabtu 13 April, PPLN Den Haag menyediakan layanan penjemputan bus di depan gedung Kementerian Keuangan Belanda di Prinsessegracht, Den Haag, yang berlokasi sekitar 500 meter dari stasiun kereta Den Haag Centraal.

Bus mulai beroperasi pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat (perbedaan waktu lima jam lebih lambat dari Waktu Indonesia Barat). (ant)