Rabu, 28 January 2026 10:41 UTC

Aksi penghijauan berupa penanaman pohon di sepanjang jalan tembus Maramis–Gladak Serang. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Warga Kota Probolinggo bersama Pemerintah Kota setempat melakukan aksi penanaman 100 pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan tutupan hijau yang dinilai masih belum memenuhi standar ideal sebagai kota hijau.
Aksi penanaman pohon tersebut dilaksanakan di sepanjang lintasan jogging track jalan tembus Maramis–Gladak Serang, Rabu, 28 Januari 2026.
Sejumlah jenis pohon ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya bungur dan tabebuya. Kedua jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki akar tunggang yang kuat dan dalam sehingga tidak merusak paving, sekaligus berfungsi sebagai peneduh dan penutup lahan.
Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon jambu mente dan asam sebagai bagian dari upaya peremajaan pohon yang telah berusia tua.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari, mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka memperingati Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan strategis untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ruang terbuka hijau.
“Ini merupakan upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sempadan sungai,” ujar Retno.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa kebutuhan pohon di Kota Probolinggo masih jauh dari kondisi ideal.
Ia menyebutkan, Kota Probolinggo membutuhkan sekitar 250 ribu pohon, dengan asumsi ideal satu orang membutuhkan satu pohon. Namun, saat ini jumlah pohon yang tersedia baru sekitar 12.500 batang.
“Tutupan pohon di Kota Probolinggo belum memenuhi standar minimal 30 persen ruang terbuka hijau,” ungkap Aminuddin.
Menurutnya, pohon memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan, penghasil oksigen, habitat satwa seperti burung, sekaligus indikator kualitas lingkungan.
Aminuddin menjelaskan, keberadaan burung dapat menjadi penanda sederhana kondisi lingkungan suatu wilayah.
“Jika di suatu daerah tidak terdengar suara burung, itu menandakan jumlah pohonnya masih kurang. Semakin banyak pohon, biasanya semakin banyak burung, dan itu menunjukkan lingkungan yang sehat,” jelasnya.
Ia pun mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui gerakan satu orang satu pohon, termasuk di sektor pendidikan.
“Kami mendorong satu murid satu pohon. Dengan begitu, ke depan akan ada tambahan ribuan pohon baru,” katanya.
Lebih lanjut, Aminuddin memaparkan berbagai manfaat pohon, mulai dari meningkatkan kadar oksigen, menjaga ekosistem hewan, hingga berfungsi sebagai biopori alami yang mampu menyerap air hujan dan mengurangi risiko genangan maupun banjir, terutama di tengah cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan.
“Kalau masih terjadi genangan air, itu tandanya jumlah pohon masih kurang. Pohon adalah solusi alami bagi lingkungan dan cadangan air tanah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi sahabat alam dengan bersama-sama menjaga lingkungan dan menghijaukan bumi.
