Senin, 16 March 2026 12:00 UTC

Anak-anak berebut makanan dalam pelaksanaan tradisi Bi-Bi-Bi di Kota Probolinggo saat menjelang malam ke-27 Ramadan, Senin, 16 Maret 2026. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Suasana berbeda terasa saat memasuki malam ke-27 Ramadan di Kota Probolinggo.
Keceriaan anak-anak memenuhi sudut-sudut kampung saat warga kembali menggelar tradisi unik yang dikenal dengan sebutan Bi-Bi-Bi.
Tradisi turun-temurun ini merupakan bentuk apresiasi bagi anak-anak yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Warga membagikan berbagai hadiah, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga uang saku kepada anak-anak yang berkeliling kampung.
Kemeriahan tradisi tersebut terlihat di Gang Mangga, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Senin sore, 16 Maret 2026. Puluhan anak-anak hingga remaja tampak berkumpul sambil membawa kantong plastik untuk menampung jajanan yang mereka peroleh.
Dalam pelaksanaannya, warga yang ingin berpartisipasi menyiapkan aneka jajanan serta angpau secara sukarela di rumah masing-masing. Anak-anak kemudian berkeliling kampung untuk mencari rumah yang membagikan hadiah.
Saat menemukan rumah yang ikut meramaikan tradisi tersebut, anak-anak akan berseru lantang, “bi-bi-bi”. Seruan itu menjadi tanda bagi pemilik rumah untuk keluar dan membagikan hadiah kepada mereka.
Begitu pintu rumah terbuka, anak-anak pun berlarian mendekat untuk mendapatkan jajanan. Tidak sedikit orang tua yang ikut mendampingi, bahkan menggendong balita agar dapat merasakan kegembiraan tradisi yang sudah lama hidup di lingkungan tersebut.
Bagi anak-anak setempat, tradisi Bi-Bi-Bi sering disebut sebagai “lebarannya anak-anak”. Selain mendapatkan banyak jajanan, mereka juga bisa berkumpul dan bermain bersama teman-teman.
Salah satu peserta, Nabila, 17 tahun mengaku selalu menantikan tradisi ini setiap Ramadan. Namun, tahun ini menjadi momen terakhirnya ikut berkeliling bersama anak-anak lainnya.
“Setiap Ramadan saya selalu ikut. Rasanya senang sekali bisa kumpul dengan teman-teman sambil dapat jajanan. Tahun depan mungkin sudah tidak ikut lagi karena sudah besar,” ujarnya.
Sulistiorini, tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa tradisi Bi-Bi-Bi sudah berlangsung sejak lama dan tetap dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat.
“Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di kampung kami. Tujuannya, memberi semangat dan kebahagiaan kepada anak-anak yang sudah berpuasa,” katanya.
Kini, tradisi Bi-Bi-Bi tidak sekadar menjadi kebiasaan masyarakat, tetapi juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda milik Kota Probolinggo yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
