Logo

Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id Hari Ini

Di Driyorejo Gresik gaungkan toleransi dan rasa syukur
Reporter:,Editor:

Jumat, 20 March 2026 00:30 UTC

Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id Hari Ini

Jamaah Muhammadiyah di Kota Baru Driyorejo Gresik mulai menjalankan ibadah salat id, Jumat, 20 Maret 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Gresik - Ratusan warga Muhammadiyah di kawasan Driyorejo, Kabupaten Gresik, melaksanakan Salat Idulfitri, hari ini,  Jumat, 20 Maret 2026. Ibadah berlangsung khusyuk di lapangan Jalan Raya Panca Warna, Kota Baru Driyorejo.

Sejak pukul 05.00 WIB, jemaah mulai berdatangan ke lokasi tersebut. Kumandang takbir menambah suasana syahdu kebersamaan yang berlangsung.

Secara perlahan, kawasan Jalan Raya Panca Warna dipadati warga yang datang bersama keluarga untuk menunaikan ibadah salat Id.

Tepat pukul 06.17 WIB, salat Id berjemaah itu dimulai dengan imam sekaligus penceramah Ustaz Muhamad Jamaluddin dari Gresik.

Dalam khutbahnya, Jamaluddin menekankan pentingnya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, terutama kesempatan menjalankan ibadah selama bulan Ramadan hingga merayakan Idulfitri.

“Segala nikmat yang telah kita rasakan selama Ramadan hingga hari ini harus kita syukuri. Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat tersebut. Namun jika kita kufur, maka kita harus siap kehilangan nikmat itu,” ujarnya di hadapan para jemaah.

BACA: Hari H Lebaran Tahun Ini Berpotensi Berbeda, Begini Penjelasannya

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan tamu mulia yang datang hanya setahun sekali. Oleh karena itu, umat Muslim diimbau untuk menjaga kesehatan dan terus berikhtiar agar dapat kembali dipertemukan dengan Ramadan di tahun berikutnya.

“Ramadan adalah tamu yang sangat mulia. Ia telah meninggalkan kita, dan kita tidak tahu apakah tahun depan masih bisa berjumpa kembali. Maka kita harus menjaga diri, menjaga kesehatan, dan terus berdoa,” tambahnya.

Momentum Idulfitri, lanjut Jamaluddin, merupakan simbol kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

"Kemenangan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga tercermin dalam sikap sehari-hari yang lebih baik," jelasnya.

Di tengah perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri, suasana toleransi tetap terasa kuat di tengah masyarakat. Salah satu jamaah, Wawan, warga Tenaru, Driyorejo, mengaku telah mempersiapkan diri sejak pagi untuk mengikuti Salat Id bersama keluarganya.

“Setiap tahun kami memang selalu Salat Id di Kota Baru Driyorejo. Soal perbedaan hari, tidak masalah. Yang penting kita saling menghormati,” ungkapnya.

BACA: Pondok Modern Darussalam Gontor Berlebaran Besok

Hal senada disampaikan Rahmad, warga Kota Baru Driyorejo. Ia menilai perbedaan dalam penentuan hari raya bukan menjadi penghalang dalam menjaga kerukunan antarumat.

“Tidak ada kendala sama sekali. Justru dengan adanya perbedaan, kita belajar untuk saling menghormati. Itu yang penting,” katanya.

Rahmad juga menambahkan bahwa bentuk toleransi sudah terlihat sejak malam sebelumnya, di mana jemaah Muhammadiyah tetap menggunakan pengeras suara di masjid sebagai bagian dari syiar, tanpa menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

"Sehingga gema takbir tetap berkumandang namum tidak menggunakan spiker luar agar warga yang besok masih berpuasa bisa menjalankan dengan tenang dan nyaman," jelasnya.