Warga Kediri Mulai Antre Tukar Uang Lebaran

Rochman Arief

Rabu, 8 Mei 2019 - 21:02

JATIMNET.COM, Kediri – Masyarakat ulai terlihat antre menukarkan uang baru di mobil kas keliling yang disediakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri di Kelurahan Ngletih, Kota Kediri.

Sri Maryam, salah seorang warga yang ikut antre mengaku menukar untuk uang baru pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu, sehingga totalnya senilai Rp 3,7 juta. Uang itu akan diberikan untuk anak dan cucunya saat Lebaran 2019.

“Mereka kalau diberi uang baru senang sekali. Jadi, ini untuk anak, cucu, kakak bahkan saya kasih,” katanya di Kantor Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Rabu 8 Mei 2019.

Dalam kegiatan penukaran uang itu, warga diminta antre dua baris. Setelah petugas siap, baru mereka bergantian antre, sehingga tidak saling berebut. Setiap warga yang ikut antre untuk menukarkan uang baru, juga hanya dibatasi satu bendel saja.

BACA JUGA: BI Jatim Prediksi Kebutuhan Uang Baru Rp 33,4 Triliun

BI juga hanya membatasi 100 penukaran setiap satu lokasi kas keliling yang berbarengan dengan operasi pasar. Dalam setiap operasi pasar, dijadwalkan kas keliling akan berkeliling sebanyak 16 kali dengan lokasi yang berbeda-beda.

Selain itu, BI juga sudah bekerja sama dengan 69 kantor cabang bank di wilayah Kediri dan Madiun, guna penukaran uang baru.

Kegiatan penukaran uang itu juga dilakukan bersamaan dengan operasi pasar. Selain ada penukaran uang, warga juga ikut antre membeli bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar seperti beras, minyak goreng, telur ayam, dan gula pasir.

“Alhamdulillah antusias masyarakat masih tinggi, terlebih lagi ada penukaran yang pasti tambah ramai. Kami melakukan operasi pasar dengan komoditas beras, gula pasir, telur ayam dan minyak goring,” kata Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Dian Ariani.

BACA JUGA: Hadapi Ramadan dan Lebaran, BI Jember Sediakan Rp5,01 Triliun

Harga jual komoditas yang dijual dalam operasi pasar juga lebih murah, yakni beras isi lima kilogram dengan harga Rp 44 ribu, minyak goreng 900 mililiter dengan harga jual Rp 8.000, gula pasir dengan harga jual Rp 10.600 per kilogram, dan telur ayam dengan harga Rp20 ribu per kilogram.

Untuk stok, Dian mengatakan cukup melimpah. Pemerintah Kota Kediri menyediakan beras hingga 150 karung per tempat per hari, minyak goreng hingga 35 kardus atau 420 botol per titik per hari, dan gula pasir hingga 500 kilogram per titik per hari. Sedangkan untuk telur ayam variatif.

Namun, untuk bawang, Dian mengatakan hingga kini belum dijual dalam operasi pasar. Pihaknya masih menunggu kiriman dari Pemerintah Provinsi Jatim. Kota Kediri direncanakan mendapatkan pasokan sebanyak 5 ton dari Pemprov Jatim.

Kegiatan operasi pasar untuk menstabilkan harga ini dijadwalkan mulai 7 - 28 Mei 2019. Setiap hari ada tiga titik yang dilakukan operasi pasar yakni di kelurahan serta sejumlah titik yang dirasa ramai, misalnya di taman sekartaji, maupun taman makam pahlawan (TMP). (ant)

Baca Juga

loading...