Logo

Wagub Jatim Gencarkan Millennial Job Center dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-33 PENS

Reporter:,Editor:

Rabu, 02 June 2021 07:40 UTC

Wagub Jatim Gencarkan <em>Millennial Job Center</em> dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-33 PENS

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, dimana keduanya hadir secara daring.

JATIMNET.COM, Surabaya - Dalam rangka Dies Natalis ke-33 tahun Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menyelenggarakan STUDIUM GENERALE secara daring dan luring, Rabu 2 Juni 2021.

Dengan mengusung tema "Sinergi IDUKA (Industri, Dunia Usaha, Dunia Kerja) - Politeknik untuk Akselerasi Inovasi", turut menjadi narasumber pada kegiatan tersebut adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, dimana keduanya hadir secara daring.

Sementara sivitas akademika dan anggota senat PENS hadir secara daring dan luring. Sebagai pembuka kegiatan, ada prosesi senat PENS yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Aliridho Barakbah.

Pada sambutannya, direktur baru PENS ini mengungkapkan tiga tantangan dalam dunia pendidikan, yaitu perdagangan bebas, industri 4.0, dan Disruptive Technology.

Baca Juga: Kunjungi Pameran Produk Inovasi di PENS, Dirjen Diksi Luncurkan Dua Program Studi Baru

"Model belajar konvensional dan terdahulu harus berubah menjadi pembelajaran yang mampu menjawab tiga tantangan tersebut," kata Aliridho, Rabu 2 Juni 2021.

Ia berharap, dengan Dies Natalis ke-33 ini PENS dapat menyongsong tiga tantangan tersebut, dengan beralih dari politeknik 3.0 menjadi politeknik 4.0.

"Program-program PENS dalam menyongsong berbagai tantangan bukan hanya terpikirkan secara nasional tetapi juga internasional, mengingat PENS sudah banyak dikenal di negara lain salah satunya adalah Jepang," ia mengungkapkan.

Setelah sambutan dari direktur baru PENS, selanjutnya dilangsungkan penyampaian orasi ilmiah oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Di awal orasinya, ia menyampaikan harapannya untuk PENS agar dapat menjadi pemantik modernisasi dan juga mewujudkan knowledge base economy di Jatim maupun di Indonesia.

Baca Juga: Wisuda Ke-16, PENS Kukuhkan 153 Wisudawan yang Siap Hadapi IDUKA

"Jawa Timur sebagai rumah PENS, merupakan provinsi yang sudah berindustri sehingga diperlukan masyarakat yang paham akan industri dan elektronika," kata Emil.

Menurutnya, di era digital ini terdapat perubahan yang luar biasa dimana banyak sekali kalangan muda yang tidak dapat lepas dengan internet maupun dengan berbagai hal digitalisasi.

"Sehingga dalam dunia kerja harusnya mampu beradaptasi dengan meningkatnya teknologi di bidang industri seperti saat ini, efisiensi adalah konsekuensi mutlak dari penerapan teknologi daring tersebut," ia menuturkan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa hal tersebut dapat pula menjadi acuan bagi tenaga kerja, bahwa produktifitas tidak diukur dari berapa lama seorang duduk didepan meja kerjanya, tetapi seberapa brilian ide yang diciptakannya.

Berdasar itulah, menurut Emil, Millennial Job Center dapat menjadi terobosan dalam menghadapi perubahan besar digitalisasi, karena tentu Jatim ingin menjadi provinsi yang pertama kali menerapkan adanya Millennial Job Center dengan meningkatkan adanya freelance dalam sebuah perusahaan.

Baca Juga: PENS Kukuhkan Dua Guru Besar Perdana Pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa

Nah, mengingat masih banyak orang yang mengacu pada ijazah padahal yang dibutuhkan adalah kompetensi, sehingga Emil menegaskan adanya kampus merdeka bagi setiap instansi perguruan tinggi.

"Mahasiswa juga diimbau agar tidak berharap dengan lulus siap kerja sebagai jaminan seumur hidup, karena akan banyak dinamika perubahan yang terjadi. Jalan yang biasa diambil adalah tidak hanya belajar yang ada dalam ruang kerja tetapi menemukan berbagai referensi untuk paham kemajuan yang terjadi," ia menerangkan.

Disisi lain, menurut Emil, bagi setiap individu diperlukan adanya hard skill untuk menunjang kognitif, soft skill, dan integrity. Di akhir orasinya, ia kembali mengungkapkan harapan besarnya agar PENS dapat menerapkan adanya kampus merdeka melalui dosen sebagai mentor dalam meningkatkan skill mahasiswa, pengoptimalan kegiatan kewirausahaan untuk meningkatkan kompetensi.

"Peran politeknik benar-benar bisa dioptimalkan untuk mendorong akselerasi dan inovasi dalam bersaing dengan industri-industri lain melalui industri digital di Jawa Timur," ia menekankan.

Orasi ilmiah berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman. Ia mengungkapkan mengenai kekayaan intelektual Indonesia yang dapat ditingkatkan dengan mengukuhkan hasil penelitian secara paten.

"Paten ini digunakan untuk melindungi secara formal dan secara teknis dalam industri karena membawa hasil litbang ke industri cukup sulit. Kombinasi antara teknologi dan anak muda akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, dan tentu akan berguna untuk mengikuti era industri 4.0," kata Prof. Nurul.

Diharapkan, dari sivitas akademika PENS dan mahasiswa dapat menghasilkan inovasi sebagai bentuk kontribusi untuk membangun Indonesia.