Videonya Mendorong Anak Jadi Viral, Ibu Minta Maaf

Nani Mashita

Jumat, 29 Maret 2019 - 19:56

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebuah video yang menggambarkan seorang ibu sedang mendorong anaknya keluar dari mobil menjadi  sorotan warganet. Setelah menjadi viral di sosial media, sang ibu yang diketahui bernama Wati mengaku khilaf dan meminta maaf.

Permintaan maaf itu terekam dalam tayangan Youtube.com pada 29 Maret 2019. Dalam rekaman video itu, ia mengatakan peristiwa terjadi di Jalan Bandung Kota Malang pada Selasa 26 Maret 2019 sekitar pukul 15.30 WIB.

Kejadian itu, ia mengatakan, dipicu perselesihan antara dia dan puterinya sehingga ia emosi. Akibatnya, ia mendorong puterinya keluar mobil.

BACA JUGA: KPAI Awasi Penyalahgunaan Anak dalam Politik

"Saya akui saya emosi dan khilaf saat itu dan saya menyesal dan dari lubuk hati yang paling dalam memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini," katanya dalam tayangan yang diakses pada Jumat 29 Maret 2019.

Tak hanya mendorong puterinya, ia juga melempar tas dari dalam mobil. Si bocah tetap berusaha masuk meski si ibu menghalangi. Beberapa saat kemudian, si ibu mengizinkan anaknya masuk ke dalam mobil.

Menurut Wati, tindakan itu terjadi spontan dan tak terkendali. Ia mengaku tak berniat sedikit pun menyakiti puterinya. “Saya memperlakukan putri saya dengan cara yang kurang elok,” katanya.

BACA JUGA: 94 Kekerasan Anak di Sekolah Terjadi di Jawa Timur

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Rita Pranawati mengatakan KPAI menyesalkan peristiwa itu. Menurut dia, kekerasan bukanlah solusi ketika orang tua mengalami kebuntuan dalam mengasuh. Sebaliknya, kekerasan akan menimbulkan trauma pada anak.

“Anak merasa diabaikan, ditelantarkan, dan tidak dihargai harkat martabatnya. Tidak mudah pula bagi anak untuk membangun kepercayaan pada orang tua pasca kejadian ini,” katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima Jatimnet.com.

Saat ini, ia mengatakan, KPAI telah berkoordinasi dengan Kanit PPA Malang dan pihak-pihak terkait untuk proses pemulihan anak dan orang tua. Pemulihan relasi orang tua dan anak akan sangat penting bagi kelanjutan pengasuhan di masa yang akan datang.

Baca Juga

loading...