Unair Ungkap Bahaya Pencemaran Mikroplastik di Kali Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 28 Maret 2019 - 21:30

JATIMNET.COM, Surabaya – Universitas Airlangga mengungkap bahaya pencemaran mikroplastik yang terjadi di Kali Surabaya. Hasil penelitian Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi menyebutkan kandungan mikroplastik di sungai bisa menurunkan kualitas air.

"Ini partikel kecil dari sampah plastik yang tidak bisa terurai dengan alam sehingga plastik mengalami fragmentasi atau rapuh kemudian terpecah menjadi mikroplastik," kata Koordinator peneliti, Nita Citrasari saat diwawancarai usai konferensi pers pencemaran mikroplastik di Kali Surabaya di Cofee Tofee, Kamis 28 Maret 2019.

Ia mengungkapkan, mikroplastik ini merupakan bahan anorganik yang bisa menurunkan kualitas air.

Nita menyebut, penelitian ini dilakukan di sepanjang sungai kawasan Wonokromo hingga Driyorejo dengan jarak 23.70 kilometer dan berlangsung ssejak dua minggu lalu.

BACA JUGA: Limbah 12 Industri Kertas di Jatim Mengandung Mikroplastik

Hasilnya, ditemukan enam jenis ancaman pencemaran mikroplastik di bantaran sungai tersebut yang meliputi 58 partikel fragmen, 6 partikel film, 1 partikel pelet, 4 partikel granul, 8 partikel filamen, dan 5 partikel foam per liter air.

"Dari hasil ini bisa dilihat bahwa penyebab paling utama adanya kandungan mikroplastik di sungai adalah sampah plastik," katanya.

Ia belum berani memastikan kandungan mikroplastik ini berasal dari sampah plastik dari warga atau industri. Sebab, fokus penelitiannya pada air sungai saja.

Selain itu, dalam penelitian ini juga belum bisa menemukan jumlah kadar kualitas air yang ditimbulkan dari mikroplastik di Kali Surabaya, karena untuk menentukan standar jumlah minimum mikroplastik membutuhkan proses yang panjang dan laboratorium yang memadai.

"Selama ini kendalanya ada di fasilitas penelitiannya ini. Jadi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dan mendalam," katanya.

BACA JUGA: Awas, Garam Mulai Terkontaminasi Mikroplastik!

Dengan hasil temuan adanya kandungan mikroplastik di Kali Surabaya, Nita berharap agar masyarakat mulai memahami bahaya menggunakan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Ia menyarankan agar masyarakat mulai mengurangi jumlah pemakaian plastik.

"Jadi bukan hanya dari pemerintah, tapi masyarakat dan pengusaha juga harus turut serta mendukung pengurangan penggunaan plastik. Sehingga kita bisa kondisikan dalam waktu dekat, bagaimana di DAS itu tidak ada lagi sampah plastik," katanya.

Koordinator Nasional Indonesia Water Community of Practice (Indo Water Cop) Riska Darmawanti mengungkapkan, meskipun hingga saat ini belum ada standar kadar mikroplastik, ia berharap masyarakat bisa mengurangi pencemaran mikroplastik. Apalagi air PDAM bersumber dari sungai.

"Di luar negeri, jika ikan terlalu banyak terpapar mikroplastik akan masuk ke dalam tubuh ikan dari luar, bukan lagi melalui pencernaan. Ini karena mikro bisa menjadi kecil lagi yaitu nano yang bahkan tidak terlihat," katanya

Baca Juga

loading...