Mogok dilakukan menjelang penjualan saham perdana Uber untuk umum (IPO).

Tuntut Upah Layak, Sopir Uber New York Rencanakan Mogok 

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Sabtu, 4 Mei 2019 - 13:39

JATIMNET.COM, Surabaya – Sopir Uber Technology Inc di New York akan mogok kerja selama dua jam, pada Rabu minggu depan, sebagai bentuk protes atas kondisi pekerjaan yang tidak adil.

Pemogokan dilakukan menjelang penjualan saham perdana Uber untuk publik (IPO), di pasar saham New York, pada Kamis 9 Mei 2019, dikutip dari Reuters¸ Sabtu 4 Mei 2019.

Protes tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi Uber dalam menemukan cara untuk menurunkan biaya sopir, sehingga bisa mendapatkan untung, sekaligus membayar sopir dengan baik, untuk mempertahankan layanan mereka.

Sopir bergabung dengan sejumlah kota lain seperti di San Fransisco, Chicago, Los Angeles, San Diego, Philadelphia dan Washington DC, yang juga berencana mogok.

BACA JUGA: 6000 Sopir Australia Gugat Uber Karena Ilegal dan Merugikan

Aliansi Supir Taksi New York (NYTWA) mengatakan, jika sopir meminta keamanan pekerjaan, upah layak, dan batasan jumlah yang dapat ditarik perusahaan, dari ongkos perjalanan.

“Uber mengklaim bahwa kami adalah kontraktor independen, meskipun mereka menentukan tarif kami dan mengontrol jam kerja kami,” kata Sonam Lama, anggota NYTWA dan supir Uber sejak 2015, dalam sebuah pernyataan.

“Eksekutif Uber semakin kaya karena kerja kami. Mereka harus memperlakukan kami dengan hormat. Kami mogok untuk mengirimkan pesan jika sopir akan terus menuntut,” kata Lama.

“Saya memilih ikut mogok karena sopir membutuhkan keamanan pekerjaan,” kata Henry Rolands, anggota NYTWA dan sopir Lyft.

BACA JUGA: Akuisisi Careem, Uber Ekspansi ke Timur Tengah

Uber tidak segera memberikan respon untuk komentar.

Sedangkan, kekhawatiran Uber pada pendaftaran IPO nya adalah, bahwa bisnisnya akan “terdampak merugi” jika sopir diklasifikasikan sebagai pekerja, dibandingkan sebagai kontraktor independen.

Perusahaan diharapkan bisa dihargai sebesar USD 80,5 miliar dan USD 91,5 miliar. Uber belum melaporkan keuntungan, melainkan kerugian di kuartal pertama 2019.

Dalam sebuh pernyataan via surel, Lyft mengatakan jika pendapatan sopir per jamnya telah meningkat selama dua tahun terakhir. “Lebih dari 75 persen sopir bekerja kurang dari 10 jam dalam seminggu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Rata-rata, sopir di Amerika Serikat mendapatkan USD 20 per jam,” kata Lyft.  

Baca Juga

loading...