Logo

Tuah Mandi di Sendang Made, Dipercaya Bisa Naik Pangkat hingga Cantik

Peninggalan Raja Airlangga
Reporter:,Editor:

Minggu, 14 November 2021 13:00 UTC

Tuah Mandi di Sendang Made, Dipercaya Bisa Naik Pangkat hingga Cantik

SENDANG KUNO. Salah satu pengunjung melihat Sendang Drajat di Desa Made, Kec. Kudu, Kab. Jombang, Minggu, 14 November 2021. Foto: Karina Norhadini

JATIMNET.COM, Jombang – Petirtaan atau sendang kuno acapkali jadi tempat sakral dan kadang digunakan untuk ritual tertentu sebagai proses perantara permohonan pada Tuhan.

Di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, terdapat beberapa sendang yang disakralkan. Kawasan tempat tersebut merupakan situs sejarah peninggalan raja Airlangga pendiri Kerajaan Jenggala sebelum era Majapahit. Menurut beberapa literatur sejarah, Airlangga pernah singgah dan menetap di Made dalam pelariannya.  

Di tempat ini terdapat tujuh kolam atau sendang yang bermata air dan diyakini memiliki arti dan tuah tersendiri. Sedang-sendang itu di antaranya dinamakan Sendang Pomben yang dipergunakan untuk kebutuhan minum, Sendang Gede untuk mandi masyarakat umum, Sendang Pengilon untuk bercermin, dan Sendang Drajat yang dipercaya bisa membawa keberkahan dan kenaikan pangkat atau derajat jika mandi atau minum air dari sendang ini.

BACA JUGA: Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong Kabupaten Mojokerto Masuk Top 50 ADWI 2021

Keyakinan ini pun dipercaya masyarakat turun temurun hingga sekarang. Bahkan masyarakat yang memercayainya harus melakukan ritual tertentu seperi yang diarahkan atau dipandu juru kunci sedang.

Salah satu sendang yang sering dijadikan tempat ritual adalah Sendang Drajat. Tak hanya dipercaya membawa berkah kenaikan pangkat, dengan mandi di sendang ini juga dipercaya bisa mengeluarkan dan menambah aura kecantikan bagi wanita.

Juru kunci situs Sendang Made, Supono, menjelaskan kebanyakan para wanita yang melakukan ritual mandi di Sendang Drajat bertujuan untuk mempercantik dan menjernihkan wajah.

Hanya saja, Lanjut Supono, guna mendapatkan hasil yang memuaskan, seorang wanita harus mengikuti beberapa aturan agar keinginannya bisa terwujud.

"Ada aturannya. Maka dari itu di sana sudah ada papan imbauan untuk melakukan izin terhadap juru kunci terlebih dulu. Agar saya tahu tujuan mereka dan apa yang harus dilakukan, seperti apa nanti gitu," ucapnya, Minggu, 14 November 2021.

Lelaki yang kerap disapa Mbah Pono ini menyebutkan beberapa aturan saat melakukan ritual mandi di kolam Sendang Drajat, di antaranya wanita yang melakukan ritual harus mandi dengan tanpa pakaian atau telanjang. Tak hanya itu, mereka yang melakukan ritual harus memiliki keyakinan penuh dan tidak ada keraguan.

BACA JUGA: Kolam Peninggalan Majapahit di Mojokerto Mengering

Air di Sendang Drajat tampak bersih setelah dilakukan pengurasan oleh sejumlah warga desa setempat. Sendang ini pun dikelilingi pagar setinggi lebih dari satu meter dengan pintu besi sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk atau melihat orang yang sedang ritual.


"Ritualnya sedikit kalau tujuannya untuk kecantikan, tempatnya sama di dalam Sendang Drajat itu. Tidak boleh pakai baju mandi di situ, harus lepas," ujarnya.

Mereka yang melakukan ritual, menurut Mbah Pono, harus berdoa dalam keadaan suci. Selain itu, mereka juga harus membawa kembang setaman.

"Harus suci, perempuan menstruasi tidak boleh. Jadi awalnya izin, terus berdoa dalam keadaan suci, kemudian kembangnya ditaburkan, sudah (selesai)," katanya.

Meski demikian, Mbah Pono mengingatkan para pengunjung yang melakukan ritual agar meyakini bahwa semua usaha itu atas izin Allah SWT. Untuk tujuan utamanya, Mbah Pono mengatakan harus percaya terlebih dahulu terhadap Tuhan.

"Yang pertama tetap kepada Tuhan, lalu tergantung keyakinan masing-masing. Terpenting yakin dan terus berdoa. Ritual tersebut hanya sebuah perantara saja," katanya.