Tradisi Malamang Warga Tanah Datar Jelang Lebaran

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 4 Juni 2019 - 20:52

JATIMNET.COM, Surabaya – Ada tradisi yang tak lekang oleh waktu menjelang lebaran di antara Warga Andaleh, Nagari Bungo di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Mereka selalu membuat lemang, lewat tradisi bernama “Malamang” menjelang lebaran.

"Malamang merupakan rutinitas tahunan jelang Lebaran tiba yang rutin kami laksanakan di sini," kata salah seorang warga Nagari Bungo, Agusman, di Tanah Datar, Selasa 4 Juni 2019.

Menurut dia, Malamang merupakan salah satu tradisi turun temurun yang selalu dilaksanakan warga.

"Saya dan beberapa anak nagari selalu mempertahankan tradisi Malamang, selain ingin ketemu ibu dan keluarga," ujarnya.

BACA JUGA: Ponpes Al-Hamdaniyah Menjaga Tradisi dan Keasrian Gedung dan Kamar Pendiri NU

Bahkan tradisi Malamang merupakan salah satu penyemangat Agusman menempuh perjalanan mudik dari Bekasi ke kampung halamannya, melewati jalan darat sepanjang 1.350 kilometer.

Lemang yang dibuat biasanya dimakan bersama sanak famili untuk buka bersama di hari terakhir Ramadan.

"Menikmati lemang hangat saat berbuka terasa nikmat karena masaknya jelang maghrib," ujarnya.

Selain itu, lemang menjadi salah satu makanan yang dibawa ke rumah sanak saudara saat berlebaran hingga ke rumah mertua.

BACA JUGA: Toron Petolekoran, Tradisi Ramai-ramai Menyeberang ke Pulau Jawa

Untuk memasak penganan yang terbuat dari beras ketan itu, dilakukan dimulai dengan mencuci sipuluik atau beras ketan, kemudian dikeringkan, lalu dimasukkan ke dalam bambu sepanjang 60 sentimeter yang sebelumnya telah diberi alas daun pisang muda.

Setelah itu, diberi santan, garam dan vanila secukupnya, kemudian dimasak menggunakan kayu bakar. Proses membuat lemang hingga matang bisa memakan waktu sekitar lima jam dengan api kecil.

Lemang yang dibuat Agusman memiliki rasa original karena tidak ditambah bahan lainnya. (ant)

Baca Juga

loading...