Topang Lifting Migas 2019, Pemerintah Bidik Sebelas Proyek Strategis

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Jumat, 10 Mei 2019 - 08:47

JATIMNET.COM, Jakarta - Pemerintah membidik sebelas proyek utama yang akan beroperasi (onstream) pada tahun 2019 melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Pemerintah optimis mampu mencapai target lifting minyak dan gas bumi (migas) sebesar 2 juta barrel oil ekuivalen per day (boepd) dengan onstream-nya sebelas proyek utama tersebut.

BACA JUGA: Pemerintah Lelang WK Migas West Ganal dan West Kaimana

"Sebelas proyek ini berpotensi menambah produksi migas sebesar 13.587 bopd dan 1.172 juta kaki kubik per hari (MMscfd)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam laman Kementerian ESDM, Kamis 9 Mei 2019.

Agung mengatakan investasi hulu migas hingga bulan April sebesar USD 3,17 miliar. Meski demikian, masih ada tambahan investasi dari komitmen kerja pasti (KKP) di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun ini sejumlah USD 38,1 juta.

Secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP dan komitmen pasti (KP) hingga tahun 2026 adalah sebesar USD 2,16 miliar untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

BACA JUGA: Repsol Akan Percepat Produksi Migas Blok Saka Kemang

Sebagai informasi, realisasi lifting migas hingga April 2019 mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari dengan rincian lifting minyak 750 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 5.909 MMscfd.

Jumlah ini mencapai 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 2 juta boepd.


Berikut proyek yang onstream di tahun 2019:

1. Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kangean Energy Indonesia dengan estimasi produksi sebesar 120 MMscfd.

2. Seng Segat milik EMP Bentu Ltd dengan estimasi produksi 60 MMScfd,

3. Ario-Damar-Sriwijaya Phase-2 milik PT Tropik Enegi Pandan dengan estimasi produksi 20 MMScfd,

4. Suban Compression milik ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan estimasi produksi 100 MMScfd.

5. Proyek YY milik PHE ONWJ dengan estimasi produksi 25,5 MMscfd (Gas) dan 4.605 bopd (OIL),

6. Bukit Tua Phase-3 milik Petronas Carigali Ketapang II Ltd dengan estimasi 3.182 bopd (Oil),

7. 31 MMscfd (Gas), Buntal-5 milik Medco E&P Natuna Ltd. dengan estimasi produksi 45 MMscfd.

8. Bison-Iguana-Gajah Puteri milik Premier Oil Natuna Sea B.V sebanyak 80 MMScfd,

9. Temelat milik PT Medco E&P Indonesia sebesar 10 MMScfd

10. Panen milik PetroChina International Jabung Ltd sebesar 2.000 bopd dan Kedung Keris milik ExxonMobil Cepu Ltd sebesar 3.800 bopd

Baca Juga

loading...