Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Sampaikan Gugatan ke MK

Hari Istiawan

Jumat, 24 Mei 2019 - 22:59

JATIMNET.COM, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bersama tim hukum yang dipimpin Bambang Widjojanto tiba di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat 24 Mei 2019 sekitar pukul 22.35 WIB.

BPN mengajukan gugatan sengketa Pemilu 2019 terkait hasil Pemilu Presiden yang ditetapkan KPU. "BPN ingin menghindari korupsi politik, seperti praktik bagi-bagi amplop," kata juru bicara BPN, Andre Rosiadi yang hadir lebih dulu di Gedung MK, Jumat 24 Mei 2019.

Direktur Komunikasi dan Media BPN, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan akan hadir mengajukan gugatan hasil pemilu presiden ke MK sekitar pukul 20.30 WIB hingga 22.00 WIB namun terjadi keterlambatan hingga pukul 22.35 WIB.

BACA JUGA: Sandiaga: BPN Gugat ke MK Karena Pemilu Belum Jurdil

Sementara itu, massa pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai berdatangan di Jalan Abdul Muis dan Jalan Tanah Abang yang berada tepat di belakang Gedung Mahkamah Konstitusi.

Mereka berkumpul di trotoar jalan, duduk beralaskan tikar sembari mengawal dan mengikuti perkembangan informasi terbaru terkait penyampaian gugatan sengketa Pilpres 2019 yang dilayangkan Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi.

Adapun kendaraan-kendaraan yang ditumpangi mereka terparkir di sepanjang badan jalan.

BACA JUGA: MK Siap Terima Pengajuan Sengketa Pemilu 2019

"Malam ini kami sengaja datang untuk memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi dalam mengajukan gugatan sengketa Pilpres ke MK," kata Gatot, salah seorang pendukung asal Semarang, Jawa Tengah.

Gatot telah berada di Jakarta sejak Senin 20 Mei 2019 bersama 30 rekan lainnya ikut serta dalam aksi yang di gelar di Bawaslu beberapa waktu lalu.

"Tidur di Dewan Dakwah, kalau sudah selesai, kami besok pulang," ujarnya.

BACA JUGA: Mantan Komisioner KPK Pimpin Tim Hukum BPN ke MK

Pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi juga dilakukan petugas keamanan. Puluhan personel Marinir TNI AL berjaga di pintu masuk bagian belakang gedung MK.

Beberapa massa nampak berswafoto dengan Marinir sembari membentangkan poster "TNI kuat bersama rakyat" hingga poster bertuliskan "600 KPPS mati, pahlawan atau korban?"

 Aparat kepolisian hingga saat ini belum menutup arus lalu lintas di Jalan Tanah Abang dan Jalan Abdul Muis, sehingga pengendara masih dapat melintasi kedua ruas jalan itu dengan lancar.(ant)

Baca Juga

loading...