Tiga Komoditas ini Sumbang Inflasi Jelang Ramadan

Baehaqi Almutoif

Kamis, 2 Mei 2019 - 19:29

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi April 2019 berada di posisi 0,41 persen. Terdapat tiga komoditas yang menyumbang inflasi terbesar, seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai merah.

Bawang putih memiliki peran 0,13 persen, sedangkan bawang merah 0,11 persen, dan cabai merah 0,029 persen. Perubahan harga untuk bawang putih mencapai 40,86 persen, sedangkan bawang merah 28,36 persen, dan cabai merah 36,15 persen.

Melihat kondisi itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku tengah menggodok rencana strategis untuk menurunkan harga ketiga komoditas tersebut.

Meski ketiganya tidak diatur harga eceran tertinggi oleh kementerian perdagangan, namun tetap menjadi instrumen menentukan kebijakan jelang Ramadan dan Lebaran.

BACA JUGA: Bawang Putih Impor Masuk Jatim Pekan Pertama Ramadan

“Poin utamanya adalah kelancaran distribusi. Kemudian juga melakukan mapping, bagaimana ketersediaan barang bertahan sampai Lebaran,” ujar Emil usai menghadiri rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah di JW Marriot Hotel, Kamis 2 Mei 2019.

Sejauh ini, lanjut Emil, harga yang bisa segera diturunkan adalah bawang putih. Mengingat pekan depan Jatim akan mendapat gelontoran 84 ribu ton impor bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak.

Selanjutnya tinggal pemetaan jalur distribusi yang harus segera dirapikan. Sebab dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) muncul keluhan dari pengusaha yang tidak bisa lewat karena banjir. Jalur distribusi bawang putih menuju Gresik terputus akibat luapan Sungai Lamong.

Selain itu, akan ditata skema operasi pasar (OP). Emil menyebut, selama OP tidak bisa menjangkau konsumen secara langsung. Hal itu ditengarai pada saat OP bawang putih di Probolinggo tidak berhasil menurunkan harga.

“Jangan sampai terjadi friksi, pedagang ngamuk karena OP menjual barang lebih murah, bahkan jauh di bawah harga modal mereka nyetok barang di dalam pasar. Inilah yang coba kami kendalikan,” tuturnya.

Mantan Bupati Trenggalek itu menginginkan, kalaupun OP harus halus dalam menurunkan harga. Pertimbangannya, agar transaksi di dalam pasar tetap kondusif.

BACA JUGA: Harga Bawang Merah dan Putih di Malang Naik Drastis

Sementara itu, untuk cabai merah, Emil mengaku harga terus naik karena diperkirakan Juni penurunan produksi. Lebaran stok cabai merah diperkirakan akan terhenti. Para petani dan distributor banyak yang merayakan Lebaran. Pada saat bersamaan panen sudah lewat.

Panen Bulan Mei untuk cabai harus bisa menjaga stok sebelum masuk Juni. Tujuannya agar ketersediaan tidak tiba-tiba menghilang dari pasar.

“Surplus saat ini harus bisa disimpan agar ketersediaannya tidak langsung anjlok. Makanya harus ada antisipasi. Jangan sampai, karena berlebihan barang, Juni langsung drop,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, target inflasi tetap seperti tahun lalu. Lonjakan harga tidak terlalu tinggi selama Ramadan. “Kalau kita bicara Ramadan bisa nol koma sekian persen lah inflasinya untuk pangan,”kata Difi.

Baca Juga

loading...