Logo

Antisipasi Gangguan di Jalur Mudik, KAI Madiun Tempatkan AMUS di 15 Titik

Reporter:

Jumat, 13 March 2026 11:00 UTC

Antisipasi Gangguan di Jalur Mudik, KAI Madiun Tempatkan AMUS di 15 Titik

Petugas PT KAI Daop 7 Madiun saat mengecek jalur kereta saat menjelang masa angkutan Lebaran 2026. Foto: KAI

JATIMNET.COM, Madiun – PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menempatkan alat material untuk siaga (AMUS) di 15 titik strategis.

Penempatan belasan AMUS yang lokasinya tersebar di wilayah Daop 7 Madiun untuk mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat, seperti banjir dan longsor pada jalur rel.

Adapun AMUS yang disiagakan meliputi batu balas (kricak), bantalan rel, pasir, karung, besi untuk jembatan, alat penambat rel, kawat bronjong, dan peralatan kerja.

Upaya antisipasi lebih diintensifkan selama masa angkutan Lebaran sejak 11-30 Maret 2026. Pada periode tersebut dipastikan terjadi lonjakan perjalanan kereta api seiring dengan masa libur nasional dan cuti bersama yang dietetapkan pemerintah.

BACA: KAI Daop 9 Jember Tambah Petugas Pengamanan Jalur dan Perlintasan Jelang Lebaran 2026

Apalagi, pada masa angkutan Lebaran tersebut masih berlangsung cuaca ekstrem yang berpotensi mengakibatkan bencana alam, termasuk di jalur kereta api.

“Penampatan AMUS ini guna mengatasi potensi gangguan cuaca mapun teknis,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari, Jumat, 13 Maret 2026.

Selain menempatkan AMUS pada 15 titik strategis, PT KAI Daop Madiun juga menyiagakan 90 petugas penjaga jalan lintas (PJL). Mereka disiagakan di 30 perlintasan sebidang (JPL), 29 petugas pemeriksa jalur (PPJ), dan 9 petugas daerah pemantauan khusus (Dapsus) tambahan.

Tidak sekadar langkah antisipatif, disiagakannya puluhan PJL itu guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang kereta api selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

“Fokus utama kami adalah keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan, sehingga pelanggan dapat merasakan mudik yang tenang dan menyenangkan," Tohari menjelaskan.