Rabu, 11 March 2026 14:30 UTC

Petugas SPBU sedang mengisikan BBM ke sebuah mobil. Foto: Pertamina Partra Niaga Jatimbalinus
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah memproyeksikan puncak mobilitas masyarakat pada masa angkutan mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung dalam empat fase.
Dua fase pertama berlangsung pada arus mudik yang diperkirakan pada periode 14-15 Maret 2026 18-19 Maret 2025. Dua fase lainnya bakal terjadi para masa arus balik, yakni 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa meningkatnya mobilitas penduduk itu berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan bahan bahan minyak (BBM) dan LPG.
“Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan," jelas Area Manager Communication, Relation & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi, Rabu, 11 Maret 2026.
BACA: Libur Panjang, Pertamina Siapkan 813.800 Tabung LPG Cadangan di Jatim
Peningkatan konsumsi BBM pada masa puncak mudik dan balik nanti diproyeksi mencapai 11,9% dari rata-rata normal 18.430 KL/hari.
Kemudian, untuk Gasoline dan untuk Gasoil turun sekitar 9,8% dari konsumsi normal 8.805 KL/hari seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
“Sedangkan kebutuhan Rumah Tangga konsumsi Mitan diperkirakan meningkat 7,3% dari normal harian 375 KL/hari dan LPG meningkat 3,5% dari normal harian 6.567 MT/hari,” jelas Ahad.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG di wilayah kerjanya, PT Pertamina Patra Niaga mengutamakan distribusi yang merata di seluruh daerah.
Lokasinya, termasuk daerah-daerah yang rawan atau terpencil. “Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Ramadan dan Idul Fitri. Selain stok yang aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman selama perjalanan,” Ahad menerangkan.
