Logo

Tetap Beroperasi Walau Pandemi, Permintaan Produk Perikanan Meningkat

Reporter:,Editor:

Minggu, 12 July 2020 13:00 UTC

Tetap Beroperasi Walau Pandemi, Permintaan Produk Perikanan Meningkat

PASAR IKAN. Penjual ikan di Pasar Ikan Muncar melayani pelanggannya sebelum pandemi Covid-19, 8 Mei 2019. Foto: Ahmad Suudi

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Industri perikanan menjadi salah satu industri yang tidak berhenti beroperasi meski di masa pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Direktur Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo di Banyuwangi, Jumat, 10 Juli 2020.

Dia mengatakan di masa yang mendorong banyak perusahaan mengurangi karyawan atau bahkan tutup, industri perikanan tetap beroperasi, misalnya budidaya udang dan produsen ikan dalam kaleng. Produksi ikan dalam kaleng justru meningkat untuk dijual di dalam negeri maupun ekspor.

"Di periode yang sama bulan April dan Mei kemarin beberapa negara tetangga, Philipina, Vietnam, Thailand, sempat lockdown tapi perikanan Indonesia tetap bergerak, tetap bekerja," kata Nilanto.

BACA JUGA: Ekspor Udang Jatim Bergairah Sejak India Berlakukan Karantina Wilayah

Dia mengatakan kesempatan ini baik untuk mengedukasi masyarakat bahwa industri perikanan adalah salah satu kegiatan ekonomi dalam negeri yang menyerap tenaga kerja dan ikan tangkapan nelayan. Dikatakannya kondisi demikian juga menjadi tantangan perusahaan di bidang perikanan tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan sambil terus mempertahankan kuantitas produksi.

Nilanto menjelaskan pesanan produk perikanan termasuk ikan segar, ikan beku, ikan dalam kaleng dan olahan lainnya banyak dipesan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Sifatnya yang mudah disimpan dan dipindahkan menjadi faktor ikan dalam kaleng banyak dipesan sebagai bantuan langsung warga terdampak pandemi Covid-19.

Dia memperkirakan telah ada 5 hingga 10 juta kaleng ikan yang telah dibeli pemerintah pusat maupun daerah untuk bantuan langsung warga terdampak pandemi sejauh ini. Jenis ikan yang ada di dalam kaleng bermacam-macam seperti ikan sarden, makarel, cakalang, dan tuna.

"Dengan produk ikan kaleng tentu akan lebih mudah untuk didistribusikan, tidak perlu memperhatikan keadaan tertentu, penyimpanan cukup diletakkan di tempat bersuhu kamar, tidak perlu lemari es ataupun storage," kata Nilanto.
 
BACA JUGA: Pengembangan Kawasan Minapolitan Nilai Total Rp 1,76 Trilliun Dimatangkan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dari siaran pers KKP terbitan Kamis, 25 Juni 2020, mengatakan nilai ekspor hasil perikanan Indonesia pada Maret 2020 mencapai US$427,71 juta atau meningkat 6,34 persen dibanding ekspor Februari 2020. Bahkan, bila dibandingkan Maret 2019, terjadi peningkatan 3,92 persen.

Dari segi volume produk, pada Maret 2020, ekspor hasil perikanan Indonesia mencapai 105.200 ton atau meningkat 15,37 persen dibanding Februari 2020. Sementara jika dibandingkan Maret 2019 terjadi peningkatan 4,89 persen.