Minggu, 19 April 2026 10:30 UTC

KA BIAS sedang melaju dari Stasiun Madiun menuju Bandara Adi Soemarmo Solo. Foto: KAI
JATIMNET.COM, Madiun – Layanan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) menunjukkan tren positif sepanjang Triwulan I 2026.
Pada periode tersebut, kereta yang dioperasionalkan PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun ini telah melayani 180.810 penumpang.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan bahwa KA BIAS mampu menghubungkan antarmoda darat dan udara di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Menurutnya, ratusan penumpang yang mampu dilayani tidak lepas dari kemudahan akses yang ditawarkan KA BIAS bagi masyarakat yang hendak menuju maupun dari Bandara Adi Soemarmo.
“KA BIAS kami hadirkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang terintegrasi, tepat waktu, nyaman, dan dengan tarif yang terjangkau. Ini menjadi solusi mobilitas masyarakat yang semakin dinamis,” ujar Tohari, Minggu, 19 April 2026.
Dari total capaian tersebut, tercatat sebanyak 92.390 pelanggan berangkat dan 88.420 pelanggan tiba. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 138.372 pelanggan.
BACA: Lima Hari, Kereta BIAS Angkut 1.400 Penumpang dari Madiun ke Bandara Adi Soemarmo
Lonjakan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai akses menuju bandara.
Selain lebih efisien, layanan ini juga mampu menjadi alternatif dari kepadatan lalu lintas jalan raya.
Tak hanya itu, integrasi antarmoda juga diperkuat dengan diperpanjangnya rute KA BIAS hingga Stasiun Caruban sejak peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025.
Langkah ini memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Madiun dan sekitarnya untuk terhubung langsung dengan jaringan transportasi yang lebih luas.
“Kami melihat dampak yang signifikan dari perpanjangan rute ini. Akses masyarakat menjadi lebih mudah dan pilihan transportasi semakin beragam,” tambahnya.
Melalui layanan KA BIAS, KAI juga turut mendukung upaya pembangunan berkelanjutan dengan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Hal ini diharapkan mampu mengurangi emisi karbon serta menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan integrasi antarmoda guna memberikan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi bagi masyarakat dalam bertransportasi.
