Logo

Program PPM SKK Migas - Medco Energi Menyasar Tujuh Desa di Sampang 

Reporter:,Editor:

Rabu, 03 June 2026 08:37 UTC

Program PPM SKK Migas - Medco Energi Menyasar Tujuh Desa di Sampang 

Pemkab Sampang menggelar rapat sinkronisasi pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dengan SKK Migas Jabanusa dan Medco Energi di kantor Pemda Sampang, Rabu, 3 Juni 2026. Foto: Zainal Abidin

JATIMNET.COM, Sampang – Medco Energi Sampang Pty. Ltd bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jabanusa serta Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar rapat sinkronisasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Tahun 2026.

Rapat yang berlangsung di Kantor Pemkab Sampang, Rabu, 3 Juni 2026, itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam forum tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa, kelompok masyarakat, hingga LSM Madura Development Watch (MDW).

Forum tersebut membahas berbagai usulan program pemberdayaan masyarakat yang dihimpun melalui Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas). Usulan yang dibahas mencakup pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bantuan alat tangkap bagi nelayan, hingga pembangunan infrastruktur desa.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Muhammad Zis, mengatakan sinkronisasi diperlukan agar program yang dijalankan perusahaan selaras dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.

Menurutnya, proses tersebut penting untuk menghindari tumpang tindih kegiatan maupun penggunaan anggaran yang telah direncanakan oleh masing-masing OPD.

BACA: Cegah Anemia, Dinkes Sampang dan MedcoEnergi Sosialisasikan Senia One-Egg di Ponpes 

"Usulan-usulan yang masuk melalui Jasmas perlu dipaparkan dan disinkronkan dengan program pemerintah daerah. Jangan sampai program yang akan dilaksanakan berbenturan dengan kegiatan yang sudah dianggarkan oleh OPD," katanya.

Muhammad Zis berharap seluruh program pemberdayaan masyarakat yang telah direncanakan dapat direalisasikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya di sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Kami berharap seluruh program PPM yang telah direncanakan bisa dilaksanakan dengan amanah dan tepat sasaran. Yang terpenting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, menjelaskan bahwa sinkronisasi PPM merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan program perusahaan berjalan searah dengan prioritas pembangunan daerah.

"Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih antara program yang didanai APBD dengan program yang dijalankan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Dengan begitu, manfaat program bisa lebih optimal bagi masyarakat," ujarnya.

Febrian mengatakan program PPM Medco yang direncanakan untuk 2026 akan menyasar tujuh desa di Kecamatan Camplong dan Kecamatan Sampang. Seluruh program yang diusulkan telah memperoleh persetujuan bersama, termasuk terkait alokasi anggarannya.

"Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Harapannya seluruh kegiatan bisa direalisasikan dan selesai pada tahun ini," katanya.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, SKK Migas menilai pelaksanaan PPM Medco selama ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Ke depan, SKK Migas mendorong agar program PPM lebih banyak diarahkan pada kegiatan nonfisik yang berorientasi pada peningkatan kompetensi masyarakat. Langkah itu diharapkan mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Ke depan, program PPM lebih diarahkan pada kegiatan non-infrastruktur yang mampu meningkatkan kompetensi dan kemandirian masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," pungkas Febrian.