Teror Selandia Baru, Facebook Larang Posting Dukung Supremasi Putih

Nani Mashita

Kamis, 28 Maret 2019 - 13:57

JATIMNET.COM, Surabaya - Facebook mengumumkan kebijakan terbarunya. Platform media sosial terbesar itu akan melarang segala jenis pujian, dukungan maupun representasi dari nasionalisme kulit putih mulai pekan depan. Aturan serupa juga akan diberlakukan di Instagram.

Dalam posting-an berjudul 'Melawan Kebencian', Facebok menegaskan punya kebijakan yang melarang mem-posting kebencian berdasarkan ras, suku atau agama. Adapun aturan ini tidak berlaku untuk isu nasionalisme kulit putih, dan Facebook masih mengizinkan postingan  semacam ini di platformnya.  

"Tapi setelah diskusi selama tiga bulan terakhir dengan para akademisi dan masyarakat, nasionalisme putih tidak bisa dipisahkan dengan supremasi kulit putih dan kelompok kebencian terorganisir," tulis Facebook di blog yang dilansir Kamis 28 Maret 2019.

BACA JUGA: 600 Juta Password Pengguna Facebook Bocor

Raksasa media sosial itu juga berjanji untuk meningkatkan kemampuannya mengidentifikasi dan memblokir materi dari kelompok-kelompok teroris, termasuk supremasi kulit putih. "Konsep ini terkait dalam organisasi kebencian dan tidak punya tempat di platform kami," tulis Facebook.

Adapun pengguna yang mencari istilah terkait supremasi kulit putih akan diarahkan ke halaman badan amal yang memerangi ekstremisme sayap kanan.

Keputusan ini diambil setelah insiden penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru awal Maret ini, yang mengakibatkan 50 orang tewas. Dalam aksinya, pelaku teror Brenton Tarrant menyiarkan serangannya lewat Facebook secara langsung. 

Pasca penembakan itu, beberapa pemimpin dunia meminta perusahaan media sosial untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab atas materi ekstremis yang diposting di platform mereka.

BACA JUGA: Facebook Tuding Konfigurasi Server Sebabkan Shutdown

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan jejaring sosial adalah penerbit bukan hanya tukang pos, mengacu pada potensi pertanggungjawaban mereka atas materi yang dibagikan pada mereka.

Facebook sebelumnya telah mengakui bahwa video serangan itu dilihat lebih dari 4.000 kali sebelum akhirnya diturunkan dari platform. Selain itu, dalam waktu 24 jam, Facebook telah memblokir 1,2 juta salinan saat akan diunggah, dan menghapus 300.000 video terkait penembakan Selandia Baru dalam berbagai bentuk.   

Jejaring sosial yang lain juga melakukan langkah serupa untuk menekan jumlah video yang dibagikan secara publik. Reddit melarang forum diskusi yang ada di situsnya yang disebut "watchpeopledie" setelah klip serangan dibagikan di forum.

Baca Juga

loading...