20 ribu karyawan Facebook, bisa akses sandi, sejak 2012.

600 Juta Password Pengguna Facebook Bocor

Nani Mashita

Reporter

Nani Mashita

Jumat, 22 Maret 2019 - 13:30

JATIMNET.COM, Surabaya – Facebook kembali jadi sorotan, terkait perlindungan data privasi. Sebanyak 600 juta kata sandi milik penggunanya, dapat diakses bebas, oleh 20 ribu karyawan jaringan sosial tersebut.

Hal ini diungkap oleh peneliti keamanan Brian Krebs, jika password jutaan pengguna Facebook disimpan dalam teks biasa. Hal ini diketahui berlangsung sejak tahun 2012.

Krebs, mengutip pernyataan seorang karyawan senior Facebook menyatakan, kegagalan keamanan Facebook, memungkinkan aplikasi untuk mencatat dan menyimpan kata sandi, di jaringan internal.

Dalam sebuah pernyataan, Facebook mengatakan telah menyelesaikan kesalahan itu.

BACA JUGA: Facebook Tuding Konfigurasi Server Sebabkan Shutdown

“Kata sandi ini tidak pernah dilihat oleh siapapun di luar Facebook dan kami tidak menemukan bukti sampai saat ini ada orang internal yang menyalahgunakan atau mengaksesnya dengan tidak tepat,” kata pernyataan Facebook, mengutip Reuters, Jumat 22 Maret 2019.

Facebook mengatakan, masalah ini ditemukan pada Januari, saat peninjauan keamanan rutin. Mayoritas, yang terkena dampak adalah pengguna Facebook Lite, yang biasa digunakan di negara dengan konektivitas internet lamban.

Jejaring sosial itu, juga menyelidiki penyebab serangkaian kegagalan keamanan, yang membuat karyawan mampu mencatat data kata sandi pengguna di aplikasi Facebook, tanpa terenskripsi.

“Kami memperkirakan bahwa kami akan memberi tahu ratusan juta pengguna Facebook Lite, puluhan juta pengguna Facebook lainnya, dan puluhan ribu pengguna Instagram,” kata perusahaan tersebut.

BACA JUGA: Facebook Gugat Perusahaan Cina Penjual Akun Palsu

Tetapi ia menambahkan, akan memberlakukan kata sandi yang diset ulang, hanya jika gugus tugasnya menemukan penyalahgunaan kredensial login.

Kabar ini, menambah panjang daftar kelemahan Facebook, dalam melindungi data penggunanya.

Tahun 2018 terungkap, bahwa data jutaan pengguna, telah dipanen oleh perusahaan sains data, Cambridge Analytica.

Baca Juga

loading...