Facebook Tuding Konfigurasi Server Sebabkan Shutdown

Nani Mashita
Nani Mashita

Jumat, 15 Maret 2019 - 10:48

JATIMNET.COM, Surabaya – Facebook menyampaikan permintaan maaf setelah terjadi pemadaman selama 12 jam seluruh dunia. Raksasa media sosial ini menyalahkan "perubahan konfigurasi server" sehingga menyebabkan shutdown.

Lewat akun Twitter @facebook dipantau Jumat 15 Maret 2019 perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu meminta maaf atas gangguan yang muncul dan mengumumkan jika kerja Facebook telah kembali normal. Status itu dibuat 14 jam lalu.

Dilansir dari www.afp.com, dampak terbesar pemadaman dialami di Amerika Utara dan Eropa, menurut situs web pelacakan downdetector.com.

Gangguan itu diyakini sebagai yang terburuk bagi raksasa internet dengan 2,7 miliar orang pengguna di Facebook, Instagram, dan aplikasi perpesanan.

BACA JUGA: Bermasalah, Facebook dan Instagram Mencuit di Twitter

Facebook sebelumnya telah menyangkal spekulasi jika shutdown disebabkan serangan siber yang membebani tuan rumah dengan traffic berlebihan.

“Kami fokus pada upaya untuk menyelesaikan masalah sesegera mungkin, tetapi dapat mengonfirmasi bahwa masalah tersebut tidak terkait serangan DDoS,” katanya.  

Bloomberg News melaporkan Facebook akan mengembalikan uang pengiklan selama shutdown terjadi.

Namun hal ini tidak bisa dikonfirmasi oleh AFP.

BACA JUGA: Senator Ini Ingin Pecah Google, Facebook, Amazon Jika Terpilih

Facebook mengalami beberapa kali shutdown. Di bulan November, gangguan disebabkan oleh masalah server. Pada September, layanan Facebook padam disebabkan oleh masalah jaringan.  

Insiden terbaru ini menambah sejumlah kekacauan Facebook pekan ini.

Dua eksekutif seniornya, Chief Product Officer Chris Cox dan Kepala WhatsApp Chris Daniels memutuskan untuk meninggalkan perusahaan.

Selain itu, The New York Times melaporkan bahwa jaksa penuntut AS telah meluncurkan investigasi kriminal terkait praktik berbagi data milik pengguna dengan perusahaan pembuat smartphone.

BACA JUGA: Facebook dan Google Disebut Sebarkan Konten Anti Vaksin Campak

Namun Facebook mengatakan pada AFP bahwa laporan tersebut bukan hal baru dan membenarkan investigasi federal yang sedang berlangsung, termasuk oleh Departemen Kehakiman.

Facebook menyatakan bahwa praktik berbagai data pengguna dengan pabrikan smartphone dilakukan agar aplikasi layanan dapat bekerja dengan baik di perangkat.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kami bekerja sama dengan penyelidik dan menangani pemeriksaan itu dengan serius. Kami telah memberikan kesaksian publik, menjawab pertanyaan dan berjanji bahwa kami akan terus melakukannya, " kata seorang juru bicara kepada AFP.

Penanganan data pengguna jejaring sosial telah menjadi kontroversi sejak Cambridge Analytica mengakui telah menggunakan aplikasi untuk membajak data pribadi 87 juta pengguna.

BACA JUGA: Komite Inggris Desak Facebook Atasi Penyalahgunaan Data Pengguna

Cambridge Analytica adalah konsultan politik yang bekerja untuk kampanye pemilu Donald Trump tahun 2016.  
Selama setahun terakhir, jejaring sosial telah mengumumkan serangkaian langkah untuk memperketat penanganan data, termasuk menghilangkan sebagian besar kemitraan berbagi data dengan perusahaan luar.

Baca Juga

loading...