Terjerat Narkoba, Warga Kanada Dihukum Mati Cina

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 1 Mei 2019 - 11:25

JATIMNET.COM, Surabaya – Pengadilan Cina menghukum  mati seorang warga Kanada, karena terbukti memproduksi sekaligus menjual metafetamin.

Hukuman itu dikeluarkan ditengah meningkatnya tegangan diplomatik antara ke dua negara, pasca penangkapan seorang petinggi Huawei di Kanada, dikutip dari Reuters, pada Rabu 1 Mei 2019.

Terdakwa tersebut bernama Fan Wei, yang tercatat sebagai pemimpin dalam skema produksi dan penjualan metafetamin, kata Pengadilan Menengah Rakyat Jiangmen.

Selain Fan, ada pula Wu Ziping, juga dihukum mati. Tak ada keterangan yang diekeluarkan terkait kewarganegaraan Wu.

BACA JUGA: Kanada Ekstradisi CFO Huawei Meng Wanzhou

Pada Selasa, pengadilan juga mengeluarkan putusan terhadap sembilan terdakwa lain, termasuk warga Amerika Serikat dan Meksiko. Lima di antaranya diduga divonis penjara seumur hidup, sedangkan empat yang lain menerima hukuman penjara.

11 terdakwa mengajukan banding atas putusan.

Pengadilan belum bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Merespon putusan itu, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengutuk hukuman mati dengan menyebutnya sebagai “hukuman yang kejam dan tidak manusiawi, yang seharusnya tidak digunakan oleh negara mana pun,”.

BACA JUGA: Putri Pendiri Huawei Gugat Pemerintah Kanada

“Kami sangat prihatin dengan hukuman ini. Kanada dengan tegas menolak penggunaan hukuman mati di mana pun. Kami secara jelas sangat prihatin bila hukuman ini diterapkan pada warga Kanada,” kata menteri perempuan itu, kepada reporter di Otttawa.

Dalam pernyataan terpisah, dia juga menyatakan jika petugas Kanada hadir dalam pembacaan putusan itu, serta meminta grasi kepada Cina.

“Petugas urusan global Kanada telah mengikuti kasus ini dan menyediakan bantuan konsuler kepada Fan dan keluarganya, sejak pertama kali ditahan pada 2012,” katanya.

Fan adalah warga Kanada kedua yang dihukum mati akibat kasus narkoba di Cina tahun ini, periode di mana tegangan dua negara terus meningkat.

BACA JUGA: Diplomat Cina Dukung Gugatan Huawei Atas Amerika Serikat

Pada Desember  Polisi Kanada menangkap Kepala Keuangan Huawei Meng Wanzhou, anak dari pendiri Huawei Ren Zhengfei, atas permintaan dari jaksa Amerika Serikat.

Jaksa AS menggambarkan raksasa teknologi asal Cina itu sebagai ancaman pada keamanan nasional dan menuduhnya melakukan konspirasi untuk melawan sanksi dari AS. Baik Meng, yang keluar karena jaminan, serta Huawei, menyangkal tuduhan itu.

Sedangkan Cina, telah menangkap dua warga kanada beberapa saat terakhir.

Cina juga membatalkan pengiriman Canola, yang berasal dari perusahaan agribisnis Kanada, Richardson International Ltd, tahun ini.

Baca Juga

loading...