Kamis, 04 June 2026 07:57 UTC

Rekaman kamera CCTV yang merekam momen saat pencuri membawa sapi limosin milik warga Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Foto: Istimewa/dok warga
JATIMNET.COM, Probolinggo – Aksi pencurian ternak kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kali ini, dua ekor sapi milik pasangan suami istri di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, menjadi sasaran pelaku yang beraksi pada Senin dini hari, 1 Juni 2026.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV milik warga. Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua pria berjalan sambil menuntun dua ekor sapi keluar dari kawasan permukiman menuju area persawahan.
Seekor sapi betina lokal berwarna hitam terlihat berada di bagian depan, sedangkan seekor sapi jantan jenis limosin berwarna cokelat mengikuti di belakang.
Korban diketahui bernama Yarno (55) dan istrinya, Siti (48), warga Dusun Timur 1, Desa Muneng Kidul. Keduanya baru menyadari ternaknya hilang saat memeriksa kandang pada pagi hari.
Mengetahui kandang dalam keadaan kosong, Yarno segera meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Warga kemudian menyisir sejumlah titik di sekitar desa hingga area persawahan.
Pencarian tersebut membuahkan hasil setelah warga menemukan seekor sapi betina lokal yang ditinggalkan di tengah sawah sekitar satu kilometer dari lokasi kandang. Namun, seekor sapi limosin berusia sekitar satu tahun diduga berhasil dibawa kabur oleh pelaku.
Sementara itu, rekaman CCTV juga memperlihatkan ciri-ciri salah satu pelaku. Pria tersebut tampak mengenakan kaos hitam, celana jins pendek, serta kaus kaki berwarna gelap. Warga berharap rekaman tersebut dapat membantu proses identifikasi pelaku.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Aprianto mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
"Belum ada laporan yang masuk ke Polsek Sumberasih terkait kejadian ini. Namun jika ada laporan resmi, tentu akan kami tindak lanjuti," ujar AKP Sugeng Aprianto.
Di balik kasus pencurian tersebut, korban diketahui mengalami kerugian yang cukup besar. Sapi limosin yang hilang merupakan ternak yang baru dibeli Yarno sekitar tiga bulan lalu menggunakan uang hasil tabungan keluarga.
Kehilangan itu juga memukul kondisi psikologis keluarga korban. Menurut warga setempat, istri korban bahkan menangis histeris hingga sempat pingsan setelah mengetahui sapi yang selama ini mereka rawat telah hilang.
