Logo

Terdengar Ledakan Berulang, KDMP Dlanggu Mojokerto Terbakar

Reporter:,Editor:

Minggu, 23 August 2026 01:30 UTC

Terdengar Ledakan Berulang, KDMP Dlanggu Mojokerto Terbakar

Kondisi Koperasi Merah putih Dlanggu, Kecamatan Dlanggu saat terbakar, Sabtu petang, 22 Agustus 2026. Foto :Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Suara ledakan berulang kali terdengar sebelum api membakar Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Sabtu  petang, 22 Agustus 2026.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.50 WIB itu membuat warga sekitar panik. Sebab, gedung koperasi berada tak jauh dari rumah penduduk.

Salah seorang warga, Agung Pribadi, mengatakan dirinya mendengar beberapa kali ledakan sebelum kobaran api terlihat dari dalam gedung.

“Kejadiannya sebelum maghrib, ledakan dulu tiga kali terus empat kali, akhirnya keluar api,” kata Agung.

Menurut dia, api kemudian membesar di bagian dalam gedung yang digunakan untuk menyimpan tumpukan minyak goreng.

“Yang terbakar ini Koperasi Merah Putih bagian dalam, di tumpukan minyak goreng,” ujarnya.

Kobaran api sempat membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi khawatir api menjalar ke rumah mereka. Sebagian warga memilih berjaga-jaga dari luar rumah sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.

“Ya, dekat rumah saya. Tapi nggak sampai kesambar, cuma kaget saja,” ungkap Agung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, satu unit Pemadam Kebakaran (PMK) BPBD diterjunkan ke lokasi untuk menangani kebakaran.

Petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 18.53 WIB. Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pembasahan di sejumlah titik bangunan untuk mencegah munculnya kembali bara api.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.53 WIB. Setelah itu petugas melakukan pembasahan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” jelas Abdul.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut. Sementara penyebab ledakan dan kebakaran masih dalam penanganan pihak berwenang.