Tentukan Wakil Ketua DPRD, Golkar Jatim Lakukan Penjaringan

Baehaqi Almutoif

Rabu, 22 Mei 2019 - 20:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Partai Golkar dipastikan mendapat jatah untuk menduduki salah satu kursi Wakil Ketua DPRD Jawa Timur. Hal ini berdasarkan hasil penghitungan suara yang menempatkan partai berlambang pohon Beringin ini menempati posisi kelima dengan perolehan 13 kursi.

Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak tidak mau tergesa-gesa mengungkapkan siapa yang bakal duduk sebagai wakil ketua dewan. Politisi yang juga lolos anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 itu menyebut ada mekanisme yang diatur partai.

“Nanti DPD Partai Golkar akan melakukan penjaringan terhadap 13 anggota yang duduk di fraksi. Semua punya hak yang sama dalam penjaringan tersebut,” ujar Sahat, Rabu 22 Mei 2019.

BACA JUGA: Golkar Rebut Lima Kursi DPRD Kota Surabaya

Sahat mengaku ada beberapa pertimbangan bagi anggota yang berhak menempati posisi mewakili Fraksi Golkar. Namun, dia belum mau menjabarkan pertimbangan yang dimaksud.

Nama-nama yang terpilih menjadi wakil ketua dewan maupun ketua fraksi akan dikirim ke DPP Partai Golkar untuk diputuskan lebih lanjut. “Biar pusat yang menentukan siapa yang berhak duduk di kursi pimpinan. Biasanya DPP minta dua nama,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, Sahat berterima kasih kepada kekuatan mesin partai yang sudah solid. Apresiasi diberikan kepada pengurus mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Sedangkan untuk Golkar Jatim berhasil naik 2 kursi. Kalau tahun 2014 kami dapat 11 kursi, tahun ini memperoleh 13 kursi,” bebernya.

BACA JUGA: Golkar Andalkan Caleg Milenial Dulang Suara Partai

Sahat mengatakan Zainuddin Amali ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Jatim saat posisi elektabilitasnya 3,5 persen suara. Namun berkat upayanya keliling Jatim saat ini menjadi 12 persen.

Begitupun dengan kepemimpinan Airlangga Hartanto yang mampu menyolidkan suara partai hingga akar partai.

“Selain itu meningkatnya elektabilitas partai Golkar juga disebabkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Karena saat Pilgub kita juga menjadi partai pengusung Khofifah. Selain itu juga ada pengaruhnya dari Jokowi-Ma'ruf,” tandasnya.

Baca Juga

loading...