Kamis, 12 February 2026 07:30 UTC

Fatmawati, anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Nasdem. Foto: Istimewa/Dok DPRD Jember
JATIMNET.COM, Jember — Kasus penemuan bayi perempuan yang diduga dibuang di teras rumah warga Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, kembali mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dan pengawasan pergaulan remaja. Anggota Komisi D DPRD Jember, Fatmawati, menilai derasnya arus teknologi dan informasi harus diimbangi dengan pembinaan keluarga yang kuat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026 di Jalan Arowana Nomor 120. Bayi ditemukan dalam kondisi menangis di dalam kardus diduga karena kedinginan. Bayi perempuan itu langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Fatmawati menilai generasi muda harus dibekali kemampuan menyaring informasi agar tidak terjerumus pada pergaulan berisiko.
“Terlebih selalu berhati-hati dalam pergaulan sehari-hari. Jangan sampai terjerumus ke hal-hal yang tidak benar dan baik. Arus teknologi dan informasi itu cepat. Jangan sampai anak-anak kita mendapat tontonan maupun informasi yang tidak benar,” ujarnya, saat dikonfirmasi Kamis, 12 Februari 2026.
BACA: Lagi, Bayi Perempuan Diduga Dibuang di Teras Rumah Kebonagung Jember, Menangis Dini Hari
Ia menjelaskan, Komisi D DPRD Jember berencana melakukan koordinasi lintas dinas untuk memperkuat pendidikan anak dan remaja. Program tersebut akan melibatkan lembaga di bawah Kementerian Agama serta Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
“Nantinya dalam waktu dekat, dimungkinkan kami di Komisi D DPRD Jember akan berkoordinasi antar dinas atau lembaga tentang menguatkan pendidikan anak dan remaja, untuk lebih bijak dalam pergaulan,” jelasnya.
Fatmawati menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis agar kasus serupa tidak terus berulang di Jember.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan Febrianto, menyebut pihaknya masih terus menelusuri terduga pelaku yang tega menelantarkan bayi tersebut.
Polisi juga telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan para saksi untuk memburu terduga pelaku.
Berdasarkan keterangan saksi, bayi tersebut tampak baru dilahirkan dan telah mendapatkan perawatan awal, meski belum dapat dipastikan apakah sebelumnya sempat ditangani oleh bidan atau tenaga kesehatan.
“Tali pusarnya sudah terpotong dan dilapisi kain kasa, tampak bersih dan terawat. Apakah sudah mendapat perawatan dari bidan atau petugas kesehatan, masih kami dalami,” ujarnya.
