Kamis, 12 February 2026 07:00 UTC

Fatmawati, anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Nasdem. Foto: Istimewa/Dok DPRD Jember
JATIMNET.COM, Jember – Kasus pembuangan bayi yang kembali terjadi di Kabupaten Jember memantik keprihatinan publik. Anggota Komisi D DPRD Jember, Fatmawati, menilai peristiwa penemuan bayi perempuan di teras rumah warga Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, harus menjadi alarm keras bagi penguatan pendidikan keluarga serta kesiapan pasangan dalam membina rumah tangga.
Seperti diketahui, warga Jalan Arowana Nomor 120 digegerkan dengan penemuan bayi perempuan dalam kardus makanan pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026 sekitar pukul 01.55 WIB. Bayi ditemukan menangis, diselimuti kain ungu, dan kini menjalani perawatan di Puskesmas Kaliwates.
Fatmawati mengaku miris sebagai seorang ibu saat mendengar kabar tersebut. Ia menilai ironi muncul karena banyak pasangan lain justru harus menunggu bertahun-tahun untuk memperoleh keturunan.
BACA: Lagi, Bayi Perempuan Diduga Dibuang di Teras Rumah Kebonagung Jember, Menangis Dini Hari
“Saya sebagai seorang ibu merasa miris mendengar beritanya, karena dengan berbagai faktor dan alasan membuang bayinya, masih banyak calon ibu yang berjuang dengan segala macam cara demi menjadi seorang ibu. Bahkan ada yang penantiannya sampai 10 tahun, bahkan 20 tahun,” ujar Fatmawati saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, kasus pembuangan bayi tidak bisa dipandang sebagai kesalahan individu semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap tanggung jawab sebagai orang tua.
“Dibutuhkan kesiapan dari pasangan saat akan membina rumah tangga maupun berkehidupan berpasangan. Tanggung jawab menjadi orang tua itu berat,” tegasnya.
BACA: DPRD Jember Pantau Nasib Bayi Kebonagung, Soroti Prosedur Adopsi dan Perawatan Medis
Fatmawati juga menyoroti akar persoalan yang diduga berasal dari ketidaksiapan mental, sosial, maupun ekonomi pasangan dalam membangun keluarga yang sehat.
“Dari kejadian pembuangan bayi ini, menurut saya adanya ketidaksiapan pasangan untuk membina rumah tangga yang baik, maupun dalam mempersiapkan diri mendidik anak,” katanya.
Saat ini, kepolisian masih menyelidiki identitas orang tua bayi berdasarkan rekaman CCTV yang memperlihatkan pasangan pria dan wanita meninggalkan kardus di lokasi kejadian pada dini hari.
