Logo

Tekan Kematian Jemaah Haji, Pemerintah Perkuat Persiapan Kesehatan

Reporter:

Minggu, 27 September 2026 02:09 UTC

Tekan Kematian Jemaah Haji, Pemerintah Perkuat Persiapan Kesehatan

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf, jajaran Kemenhaj foto bersama dengan Wali Kota Madiun dan Bupati Madiun dalam Kick Off Manasik Haji Nasional 2027 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat, 25 September 2026. Foto: Kominfo Kabupaten Madiun.

JATIMNET.COM, Madiun – Pemerintah menargetkan angka kematian jemaah haji Indonesia menurun pada penyelenggaraan haji 2027.

Persiapan kesehatan calon jemaah pun diminta dilakukan lebih awal, bahkan sebelum memasuki tahapan pelunasan biaya haji.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mengatakan langkah tersebut menjadi bagian penting dari persiapan haji setelah angka kematian jemaah Indonesia masih mencapai ratusan orang setiap tahun.

Hal itu disampaikan Gus Irfan saat membuka Kick Off Manasik Haji Nasional 2027 yang dirangkai dengan Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat, 25 September 2026.

Gus Irfan menyebut sekitar 470 jemaah Indonesia meninggal dalam penyelenggaraan haji 2025. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 350 jemaah pada 2026.

“Tahun 2025 yang meninggal ada sekitar 470-an itu jadi separuh jemaah haji seluruh dunia yang meninggal di Arab Saudi. Kalau tahun 2026 kemarin kita tekan sekitar 350 jemaah,” kata Gus Irfan.

Karena itu, persiapan kesehatan calon jemaah menjadi salah satu fokus dalam manasik haji 2027. Pemeriksaan kesehatan sejak awal dinilai penting agar calon jemaah mengetahui kondisi fisiknya sebelum memasuki tahapan pelunasan maupun keberangkatan.

“Karena itu persiapan kesehatan bagian yang sangat penting,” tegasnya.

Selain kesehatan, manasik juga diarahkan untuk membentuk kemandirian calon jemaah selama berada di Tanah Suci.

Mereka dibekali pemahaman mengenai rukun dan wajib haji sehingga tidak sepenuhnya bergantung kepada pihak lain saat menjalankan ibadah. “Kita berharap mereka di sana sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Manasik juga menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai perbedaan pandangan fikih yang mungkin ditemui jemaah.

Pemerintah berharap persoalan tersebut dapat dipahami sejak di Indonesia sehingga tidak berkembang menjadi perdebatan ketika jemaah sudah berada di Arab Saudi.

“Sehingga di sana, di Saudi, tidak ada lagi perdebatan tentang manasik hajinya,” kata Gus Irfan.

Kick Off Manasik Haji Nasional di Kota Madiun menjadi penanda dimulainya rangkaian manasik haji 2027 di berbagai daerah.

Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah pada 25–27 September 2026.

Di luar persoalan manasik dan kesehatan, pemerintah juga masih mematangkan sejumlah kebutuhan penyelenggaraan haji 2027.

Pembahasan biaya penerbangan masih berlangsung, sementara komponen hotel dan makanan disebut telah mencapai kesepakatan.

Gus Irfan mengatakan kebutuhan penerbangan sekitar 200.000 jemaah dibagi antara Garuda Indonesia dan Saudia Airlines dengan porsi masing-masing 50 persen.

Penawaran harga kedua maskapai masih berbeda sehingga pemerintah masih melakukan pembahasan.

Menurut dia, Garuda Indonesia menawarkan sekitar Rp38 juta, sedangkan Saudia hampir Rp42 juta. Pemerintah masih berupaya mendapatkan harga yang lebih rendah dari Saudia.

“Kita ingin Saudia ikut turun seperti Garuda, tapi mereka tetap bertahan dengan angka itu,” ujarnya.

Sementara itu, penyelenggaraan Expo 2026 di Stadion Wilis turut menghadirkan pelaku UMKM dan usaha yang bergerak dalam ekosistem haji dan umrah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji sekaligus mempertemukan masyarakat dengan produk dan layanan terkait kebutuhan jemaah.